HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Hari Guru

Semangat Mengajar Meski Menyandang Tuna Netra





indosiar.com, Jember -
(Jumat, 25.11.2011)  Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, bagaimana pun kondisi fisiknya. Sebutan pahlawan ini pula yang pantas diberikan kepada 2 orang penyandang tuna netra di Jember, Jawa Timur  yang menjadi guru disebuah sekolah luar biasa atau SLB di Jember, Jawa Timur. Dengan semangat pantang mundur keduanya terus mengisi hari-hari mereka dengan mengajar demi sebuah cita-cita besar bisa ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.

Meski telah buta sejak lahir, namun semangat Rahman Hadi untuk mengajar tak pernah pupus. Kondisi fisik yang tidak normal dari sisi penglihatan justru melejutnya untuk menjadi tenaga pendidik bagi para siswa dengan keterbatasan seperti dirinya. Sudah 10 tahun ini Rahman menjadi guru di sekolah luar biasa (SLB) tipe A dan B di Kelurahan Bintoro, Kecamatan Patrang, Jember, Jawa Timur mengajarkan ilmu komputer, seni musik dan aplikasi mesin.

Bahkan karena prestasinya, Rahman telah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 2008. Dengan semangat pantang menyerah, Rahman membuktikan bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Demikian pula Dinka Yuliani, meski tak bisa melihat, guru muda ini seolah tak pernah berhenti mengejar mimpi menjadi pahlawan tanpa tanda jasa mengajarkan matematika.

Meski sederet pengalaman pahit akibat kebutaannya kerap ia rasakan, termasuk ditolak mengajar oleh mahasiswa disebuah perguruan tinggi.

Baik Rahman maupun Dinka berharap Hari Guru Nasional 25 November ini menjadi momentum para guru Indonesia untuk terus memupuk prestasi demi cita-cita besar mencerdaskan kehidupan bangsa. (Tommy Iskandar/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: