indosiar.com, Serang - Semburan lumpur bercampur pasir dan gas di Kampung Astana Atung, Desa Wali Kukun, Kecamatan Carenang, Serang, Banten masih belum juga bisa dihentikan hingga kemarin sore. Meskipun ketinggian semburan hanya sekitar 1 meter, tetapi aliran lumpur terus memenuhi areal persawahan disekitar sumber semburan.
Tanggul yang dibuat warga pun hanya berfungsi sebagai pembatas yang kemudian dialirkan ke arah persawahan. Sementara itu para peneliti yang datang baru sebatas membuat dokumentasi dan baru berencana hendak membuat pipa untuk mengalirkan gas agar tidak membahayakan masyarakat sekitar.
Dalam perkembangan yang sama puluhan aparat kepolisian disiagakan disekitar lokasi semburan lumpur bercampur pasir dan gas yang terjadi di Kecamatan Carenang, Serang, Banten. Menyusul makin ramainya warga yang datang ingin melihat semburan.
Kapolda Banten bahkan menginstruksikan pemeriksaan terhadap kontraktor, LSM dan semua pihak yang terkait pengeboran sumur sehingga menyebabkan semburan. (Heni Murniati Supaidi/Sup)