indosiar.com, Serang - Aliran semburan lumpur di Kecamatan Carenang, Serang, Banten makin deras menyusul dipersempitnya kolam semburan dengan tanggul karung dan pancang bambu menjelang pemasangan corong pipa. Sementara untuk menghindari pengikisan tanah disekitar kanal, warga saat ini sudah memasang pinggiran kanal dengan tanggul pasir.
Upaya warga menyempitkan kolam semburan lumpur bercampur pasir dan gas di Kampung Astana Agung, Desa Wali Kukun, Kecamatan Carenang, Banten dengan tanggul karung pasir dan pancang bambu ternyata membuat debit aliran semburan makin deras terjadi.
Untuk menghindari meluapnya aliran air bercampur lumpur ke areal persawahan dan mengikis tanah saluran kanal, penambahan tanggul pasir tidak hanya dipasang disekitar kolam semburan saja, tetapi juga dipasang disepanjang kanal menuju sungai Ciujung ini.
Asnawita, Ketua RT setempat mengaku penyempitan kolam dilakukan karena petugas dinas Pertambangan dan Energi akan memasang pipa kedalam lokasi semburan. Tapi rencana ini tertunda karena faktor fisik sumur bor yang belum memungkinkan.
Semburan lumpur ini tadinya berasal dari dua sumur bor yang sengaja dibuat oleh sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat atas bantuan pemerintah Jepang karena masyarakat di desa ini rata-rata kekurangan air tawar. Namun saat penggalian mencapai 70 dan 100 meter, ternyata malah mengeluarkan semburan lumpur berkekuatan cukup tinggi.
Menteri Sosial yang pernah mendatangi lokasi semburan ini mengatakan, akan menyatakan semburan ini sebagai bencana nasional jika tidak juga berhenti dalam dua minggi. (Heni Murniati Supaidi/Sup)