indosiar.com, Lumajang - Kepanikan warga terjadi saat lahar dingin tiba, seperti tampak di sungai Gesang, di Desa Gesang Kecamatan Tempeh Lumajang. Mereka menyelamatkan diri, menghindar dari aliran lahar dingin, yang terus membesar itu.
Selain membuat panik, juga menyebabkan pencari pasir merugi karena tumpukan pasir hasil kerukan seharian hilang dihempas lahar dingin. Di lokasi ini saja, terdapat lebih dari 50 pencari pasir, dengan hasil pasir setiap orang 6 kubik per hari.
Derasnya aliran lahar dingin juga mulai menghawatirkan, karena mengikis badan jalan antar desa Gesang dengan Pasir Jambe.
Dua pekan terakhir banjir lahar dingin gunung Semeru terjadi empat kali. Namun dibanding sebelumnya, banjir kali ini jauh lebih besar.
Meski demikian, banjir lahar dingin gunung Semeru di Lumajang itu, bagi sebagian warga justru menjadi obyek menarik untuk ditonton. (Nursalim/Sup)