indosiar.com, Banyuwangi - Sidang Partai Golkar membahas pencalonan bupati di kantor Dewan Pimpinan Daerah, (DPD) Partai Golkar Banyuwangi, Jawa Timur Minggu (18/04/10) sore berlangung ricuh. Para kader Golkar daerah ini protes dan menolak keluarnya rekomendasi bakal calon bupati dari Dewan Pimpinan Pusat, karena dinilai tidak aspiratif. Sidang juga diwarnai penyanderaan.
Sidang pimpinan Partai Golkar Banyuwangi yang menghadirkan wakil ketua tim pemenganan pilkada Partai Golkar Propinsi Jawa Timur, Tomo Budi Harsojo dan Sumantri Sudomo, sejak awal sudah berlangsung tegang.
Para kader daerah menolak rekomendasi cabup cawabup dewan pimpinan pusat, Abdullah Azwar Anas dan Yusuf Widiatmoko.
Rekomendasi itu dinilai tidak aspiratif karena pasangan calon bupati dan calon wakil bupati berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Demokrasi Perjuangan. Menurutnya dengan perolehan tujuh kursi dewan, Partai Golkar pantas mengusung calon dari kader sendiri.
Suasana semakin memanas saat salah satu pengurus DPD melampiaskan emosi membakar petunjuk pelaksana, juklak rekrutmen calon bupati dan wakil bupati. Aksi itu dilakukan sebagai protes karena pimpinan pusat dinilai menodai etika dan juklak yang disepakati.
Tak berhenti sampai disitu. Kader Golkar Banyuwangi juga menyandera utusan Golkar Jawa Timur itu. Setalah puas mengadili dalam ruangan, kedua utusan itu kemudian di keluarkan dari kantor DPD. Sidang yang membahas rekomendasi bakal calon bupati Banyuwangi periode 2010-2015 itu pun dibubarkan. (Nursalim/Sup)