HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | RESPOND ONLINE | INDOSIAR PEDULI | CORPORATE INFO
FOKUS

Kerusakan Lingkungan

Sisa Tambang Pasir Sulit Direklamasi



indosiar.com, Kepulauan Riau - Ekspor pasir darat dari kawasan Kepulauan Riau ke Singapura sudah sampai tahap mengkhawatirkan. Meski telah dilarang namun aktifitas ekspor pasir darat tetap berlangsung. Aparat TNI Angkatan Laut bahkan berhasil menangkap 18 kapal tongkang yang kedapatan membawa pasir darat ke Singapura secara ilegal.

Beginilah kondisi Pulau Sebae, di Tanjung Balai, Karimun, Provinsi Kepulauan Riau yang hampir tenggelam akibat penambangan pasir untuk ekspor ke Singapura.

Eksploitasi pasir darat besar-besaran di Gunung Kijang Lobam dan Sengaran di Pulau Bintan menyisakan kubangan, lahan mati dan merusak lingkungan.

Sejak tahun 1980 Pemda setempat mengeluarkan ijin penambangan pasir darat. Namun ekspor pasir dengan harga 7 dolar Singapura permeter kubik tentunya tidak sebanding dengan biaya reklamasi pantai yang rusak akibat penambangan tersebut.

Sejak diberlakukannya larangan ekspor pasir tanah dari Departemen Perdagangan No.22 tahun 2007, Tentara Nasional Angkatan Laut Komando Armada RI Kawasan Barat berhasil menangkap 18 kapal tongkang bermuatan pasir.

Dari hasil pemeriksaan yang diduga kapal tongkang yang berbendera Singapura tidak ada ijin penambangan pasir darat di Kepulauan Riau. Apalagi ekspor pasir ke Singapura dapat memperluas daratan dan mengubah batas negara itu. (Gunadi/Sup)
Bookmark and Share