indosiar.com, Surabaya - Roy Aditya Perkasa, siswa baru SMU Negeri 16 Surabaya Rabu (15/07/09) kemarin, meninggal dunia saat menempuh hari terakhir Masa Orientasi Siswa (MOS). Dugaan sementara Roy meninggal karena kelelahan, pihak sekolah menyangkal adanya kekerasan dalam MOS, namun pihak orangtua siswa menuntut polisi usut tuntas kematian anaknya.
Ibu korban Tini terus menangisi jenazah anaknya Roy Aditya Perkasa di kamar mayat Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Sementara ayah korban Suwadi tetap tegar menunggu proses otopsi yang dilakukan di ruang bedah otopsi Rumah Sakit Dr. Soetomo.
Roy Aditya (16 tahun), siswa baru SMU Negeri 16 Surabaya meninggal di hari terakhir MOS. Siswa yang tinggal di perumahan Wisma Tropondo Waru, Sidoarjo ini sebelumnya pingsan Rabu jam 17.00 WIB, saat seluruh siswa berkumpul di lapangan sekolah. Roy sempat dirawat di UKS sekolah dan dilarikan ke Rumah Sakit Islam, Jalan Jomorsari, Surabaya, namun beberapa saat Roy sudah dinyatakan meninggal dunia.
Pihak keluarga mengaku Roy sehat dan tidak mempunyai penyakit berat atau penyakit tertentu. Untuk itu pihak keluarga meminta polisi mengusut tuntas kematian Roy.
Sementara itu pihak sekolah menyangkal jika MOS di sekolah SMU 16 terdapat kekerasan fisik, bentakan dan perploncoan. Polres Surabaya Timur terus melakukan penyelidikan dengan memanggil saksi dan menunggu hasil otopsi. Sementara itu tidak ditemukan adanya bekas kekerasan di tubuh korban.
Dugaan sementara Roy meninggal akibat kelelahan. Hingga pukul 22.00 WIB, jenazah korban masih di kamar mayat Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Pihak keluarga belum memulangkan jenazah karena ingin kejelasan penyebab kematian Roy. (Didiek Wahyudi/Sup)