HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Dampak Sengketa

Siswa Belajar di Tenda Darurat



 
indosiar.com, Mesuji -
(Senin, 09.01.2012) Dampak konflik sengketa lahan antara perusahaan perkebunan dan warga penghuni di Register 45, Mesuji, Lampung berakibat terganggunya belajar mengajar anak-anak sekolah. Sekitar 100 lebih siswa tidak bisa bersekolah karena gedung sekolah mereka tergusur. Kini mereka hanya bisa belajar dibawah tenda darurat yang kondisinya memprihatinkan.

Di bawah tenda inilah anak-anak melakukan kegiatan belajar mengajar. Mereka adalah anak-anak warga perambah kawasan Register 45, Sungai Buaya Mesuji Lampung. Meskipun jauh dari nyaman, namun anak-anak ini tetap semangat mengikuti pelajaran yang disampaikan guru-guru mereka.

Mereka terpaksa belajar di bawah tenda plastik karena gedung sekolah yang sebelumnya sempat berdiri diatas lahan Register 45, kini sudah hilang karena tergusur. Penggusuran sekolah mereka adalah dampak dari sengketa lahan perusahaan perkebunan dengan warga penghuni.
 
Ada sekitar 117 orang siswa yang bersekolah di tenda ini. Karena kondisinya sangat terbatas, seluruh siswa mulai kelas satu hingga kelas 6 harus melangsungkan belajar secara bersamaan menjadi satu didalam tenda. Akibatnya, 3 orang guru terpaksa harus membagi jam mengajar selama 30 menit sekali secara bergantian. 
 
Sejak terusir dari kawasan Register 45, anak-anak ini tidak bisa bersekolah. Anak-anak perambah ini kembali bersekolah setelah orang tua mereka secara swadaya mendirikan tenda sepanjang 10 meter. (Aris Susanto/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: