indosiar.com, Jakarta - (Selasa, 20.09.2011) Menyusul kasus pengeroyokan wartawan oleh sejumlah siswa SMA Negeri 6 Jakarta Senin kemarin mulai hari ini kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut diliburkan selama 5 hari. Sejumlah orangtua siswa yang terlibat dalam keributan tersebut Selasa siang tampak mendatangi sekolah. Sementara itu Presiden SBY minta agar kasus ini segera diselesaikan.
Dalam guyuran hujan deras satu persatu orangtua siswa yang terlibat dalam aksi keributan kemarin datang ke SMA Negeri 6 Bulungan, Jakarta Selatan guna memenuhi undangan pihak sekolah. Pertemuan antara pihak sekolah dan orangtua siswa tersebut membicarakan solusi pasca bentrokan antara siswa dengan wartawan yang telah menimbulkan korban luka-luka.
Pertemuan yang berlangsung tertutup tersebut juga dihadiri wakil kepala dinas pendidikan DKI Jakarta Agus Suradika dan pihak Polres Jakarta Selatan. Peristiwa penyerangan pelajar kepada sejumlah wartawan ini juga mengundang komentar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Presiden meminta agar kasus seperti ini segera diselesaikan.
Sementara itu, pasca bentrok suasana SMA Negeri 6 Bulungan sejak pagi tadi terlihat sepi. Menyusul bentrokan pelajar dan wartawan kemarin hari ini seluruh siswa diliburkan hingga hari Jumat. Diluar sekolah, ratusan petugas dari kepolisian terus berjaga menghindari terjadinya bentrok susulan.
Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya yang datang ke lokasi, bentrokan yang terjadi kemarin menyebabkan 7 orang siswa dan 5 wartawan terluka. Bentrokan pecah ketika para wartawan menggelar aksi didepan SMA Negeri 6 minta penyelesaian kasus penganiayaan wartawan Trans7 saat meliput tawuran pelajar. Namun aksi itu justru memicu kemarahan pelajar yang berujung pecahnya bentrokan. (Tim Liputan/Sup)