indosiar.com - Sejumlah sopir angkutan umum di Serang, Banten, menaikkan tarif hingga 75 % pasca kenaikan harga BBM. Dengan kenaikan ini, tarif yang semula Rp 2000 melonjak hingga Rp 3500. Kondisi membuat para penumpang mengeluh, bahkan tidak sedikit penumpang yang memprotes kenaikan tarif tersebut.
Di Solo, Jawa Tengah, Organda memberlakukan tarif darurat untuk bus antar kota dalam propinsi, kelas ekonomi dengan kenaikan sebesar 20 %.
Sejumlah awak bus mengaku kebijakan tarif darurat ini sangat diperlukan karena biaya operasional akibat kenaikan BBM. Terlebih lagi kenaikan BBM telah membuat merosotnya jumlah penumpang hingga 40 %.
Kondisi serupa juga terjadi pada bus AC dan bus antar kota antar propinsi. Untuk menutup biaya operasional, para pemilik armada berinisiatif menekan tarif sebesar 15 hingga 20 %.(Tim Liputan/Ijs)