indosiar.com, Jakarta - Brigjen TNI Koesmayadi Wakil Asisten Bidang Logistika Mabes TNI AD meninggal 25 Juni lalu. Sesuai prosedur, kediaman jenderal itu kemudian diperiksa dan ditemukan ratusan pucuk senjata. Temuan ini memunculkan berbagai spekulasi termasuk isu kudeta.
Koesmayadi yang lulus dari Akademi Militer Akabri pada tahun 1975 ini meninggal dunia karena penyakit jantung yang dideritanya. Almarhum sempat dirawat di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta dan kemudian melanjutkan perawatannya disebuah rumah sakit di Cibubur, Jakarta Timur.
Upacara pemakaman berlangsung dibawah pimpinan inspektur upacara Asisten Kepala Staf TNI Angkatan Darat Bidang Logistik Mayjen TNI Kardiono dihadiri para pejabat jajaran TNI dan kepolisian.
Selain isu kudeta bersenjata, pasca menyusul ditemukannya 145 pucuk senjata berbagai jenis, puluhan ribu amunisi dan granat di rumah Brigjen Koesmayadi dikawasan Ancol, Jakarta Utara, hal ini juga memunculkan spekulasi tidak solidnya TNI Angkatan Darat.
Semasa hidupnya almarhum Brigjen TNI Koesmayadi sering bertugas di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Tim Liputan Indosiar sempat merekam aktivitas Koesmayadi ketika bertugas pada massa tanggap darurat pasca gempa bumi dan gelombang tsunami di Aceh yakni pada saat pemulihan jalan antara Lok Nga dan Lepung yang sebelumnya terputus.
Bahkan termasuk ketika terjadi kecelakaan terbaliknya panser TNI AD di Aceh, Singkil, NAD yang merenggut juru kamera Indosiar Arie Waelan Orah. (Yadi Supyandi dan Waluyo Adi Susanto/Sup)