indosiar.com, Sitaro - Menyusul meningkatnya aktifitas Gunung Api Karangetang di Kabupaten Kepulauan Sitaro, ratusan warga terpaksa kembali diungsikan ke tempat yang lebih aman karena guguran lava yang meluncur dari kawah makin mendekati pemukiman. Status Gunung Api Karangetang sendiri telah dinaikkan dari status siaga menjadi status awas.
Gunung Api Karangetang setinggi 1780 meter diatas permukaan laut ini terus menunjukkan peningkatan aktifitas sejak akhir pekan lalu. Suara letusan dan gemuruh yang diiringi semburan lava pijar dan awan panas dari mulut kawah terus terjadi hingga Minggu (19/08/07) kemarin.
Letusan paling keras terjadi pada Sabtu lalu yang terus terjadi hingga kemarin disusul muntahan lava atau lahar yang meluncur menuruni kaki gunung hingga sejauh 2 kilometer dan mendekati pemukiman warga.
Ratusan warga dari sejumlah desa di kaki bukit kembali diungsikan keberbagai lokasi dan kini menempati rumah ibadah dan gedung sekolah. Sebagian besar warga yang diungsikan berasal dari 5 desa yang paling rawan terkena guguran lava yaitu Desa Damai, Desa Kararong, Desa Bebali, Desa Tahode dan Desa Tarorane di Kecamatan Siau Timur.
Ke 5 desa ini dinilai paling rawan, karena aliran lahar yang meluncur dari puncak gunung mengarah ke desa ini melalui tiga sungai yang menjadi jalur aliran lava atau lahar yaitu Kali Keting, Bahembang dan Kahetang.
Seiring dengan peningkatan aktifitas Gunung Api Karangetang ini status gunung api telah dinaikkan menjadi status awas dari status sebelumnya pada level tiga atau status siaga. Gunung Api Karangetang di Pulau Siau Ibukota Kabupaten Kepulauan Sitaro merupakan salah satu gunung api paling aktif dari 10 gunung api di Sulawesi Utara disusul Gunung Api Soputan di Kabupaten Minahasa Selatan yang pekan lalu juga meletus. (Alamsyah Johan/Sup)