HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Bahasan Utama

Sterilisasi Busway, Perlu Konsistensi




indosiar.com, Jakarta
- Inilah keadaan lalu lintas setiap pagi di Jakarta, pada jam keberangkatan pegawai ke kantor. Jalan-jalan dipenuhi kendaraan motor, tak terkecuali di jalur busway. Janji moda angkutan umum Transjakarta menjamin kecepatan kepada penumpangnyapun, akhirnya tinggal janji. Jalurnya tersendat, berbaur dengan kendaraan lain.
 
Keadaan inilah yang ingin diakhiri, karena menurut, Pemda DKI Jakarta, inilah akar masalah kemacetan di Jakarta. Kemacetan di jalur bus way, membuat angkutan Transjakarta ditinggalkan penumpang, dan kembali menggunakan kendaraan pribadi. Jalanananpun disesaki kendaraan pribadi, terutama kendaraan roda dua.

Maka mulai Senin 2 Agustus kemarin, rogram sterilisasi jalur buswaypun dilaksanakan. Hanya sayang, di hari pertama, pelaksanaannya belum maksimal. Ambil contoh di koridor 3 rute Kalideres-Pasar Baru, tepatnya di sekitar taman kota Jalan Daan Mogot Jakarta Barat ini. Senin pagi itu masih banyak kendaraan, terutama motor, melintas bebas di jalur busway. Kemana petugas satgas yang katanya dibentuk khusus untuk sterilisasi busway?.

Ternyata tim satgasnya saat bersamaan sedang kumpul di kawasan Monas, mengikuti apel, sebagai persiapan akhir tugas mereka ke lapangan. Apel diikuti instansi terkait, yakni Polda Metro Jaya, Dinas Perhubungan DKI jakarta, TNI dari Garnisun, Satpol PP dan petugas Transjakarta sendiri. 

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengatakan, sterilisasi ini diharapkan bisa mengatasi, atau minimal mengurangi kemacetan lalu lintas di Jakarta. Untuk tahap pertama dilakukan di empat koridor, untuk selanjutnya dilakukan di seluruh koridor.

Menurut Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Pristono, dalam pelaksanaan sterilisasi, masing-masing unsur satgas sudah ada pembagian kerja, dan akan bertindak tegas, tanpa pandang bulu.

Tapi ya itu tadi. Pelaksanaannya belum berjalan maksimal. Di beberapa titik, terlihat petugas kerepotan menghadapi banyaknya jumlah pengendara yang melanggar.

Di titik yang lain, beberapa pengendara malah hanya diberi peringatan lisan, tanpa penindakan tegas. Sebaliknya, pengendarapun berlagak tak tahu adanya sterilisasi.

Di hari kedua Selasa kemarin, pelaksanaan sterilisasi berjalan lebih baik. Petugas sudah berjaga sejak pagi, lebih sigap, dan bertindak lebih tegas. Sementara bagi pengemudi bus Transjakarta, dengan adanya sterilisasi ini, memperlancar laju kendaraan mereka membawa penumpang.

Sterilisasi jalur busway ini, akan dilaksanakan rutin setiap hari, terutama pada jam-jam sibuk, yakni antara pukul 6 sampai 9 pagi, dan pukul 16 sampai pukul 19 di sore hari.

Jumlah pelanggaran memang cukup banyak, terutama dilakukan pengendara motor. Menurut data pihak Dirlantas Polda Metro Jaya, jumlah pelanggaran di hari kedua jauh lebih tinggi dibanding hari pertama. Di hari pertama, pelanggaran  paling banyak terjadi di koridor enam, rute Ragunan-Dukuh Atas. Sedang di hari kedua, pelanggaran paling banyak terjadi di koridor lima, terutama di kawasan Kampung Melayu dan Jatinegara, yang pada pagi hari aktifitasnya memang sangat tinggi.

Upaya sterilisasi ini, perlu didukung semua pihak, khususnya masyarakat pengendara. Diharapkan program ini akan mampu memecahkan rumitnya persoalan kemacetan di ibukota. Mereka yang tak mau terjebak kemacetan, ada baiknya meninggalkan kendaraan di rumah, dan ke kantor menaiki angkutan Transjakarta, yang kini bisa kembali menjanjikan kelancaran dan kecepatan kepada penumpangnya. Tentu dengan syarat, program sterilisasi dijalankan dengan konsisten. (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: