HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Subsidi Kedelai, Belum Dirasakan Perajin Tahu Tempe



indosiar.com, Jakarta - Pemerintah telah meluncurkan paket kebijakan subsidi harga kedelai sebesar 1000 rupiah perkilogram sejak 1 April lalu, namun para perajin tahu dan tempe belum merasakan subsidi tersebut. Di sentra produsen tempe dan tahu di Semanan, Jakarta Barat misalnya, pemberian subsidi diberikan melalui koperasi sebesar 100 ribu rupiah perkuwintal kedelai yang dibeli perajin. Namun pencairan subsidi baru bisa dilakukan satu hingga dua minggu dari tanggal pembelian.

Beginilah suasana gudang kedelai di sentra produsen tempe dan tahu di Semanan, Jakarta  Barat. Para pengrajin tengah mengantri membeli kedelai bersubsidi yang dijual melalui Koperasi Pengrajin Tahu Tempe Indonesia atau IKOPTI wilayah Jakarta dengan sistem kupon. Sejak diluncurkan paket subsidi kedelai 1000 rupiah perkilogram 1 April 2008 lalu, sampai hari Kamis (03/04) ini para pengrajin belum menerima uang subsidi tersebut.

Meski demikian mereka mengaku senang menerima subsidi. Bagi mereka subsidi tersebut bisa dianggap sebagai keuntungan tambahan, selain keuntungan dari penjualan tahu tempe. Mereka meminta pencairan subsidi bisa dipercepat.

Mekanisme subsidi adalah pengrajin membeli kedelai sesuai harga pasar yakni 690 ribu perkuwintal dengan kupon melalui koperasi. Subsidi 100 ribu rupiah perkuwintal akan diterima pengrajin melalui koperasi setelah melewati verifikasi dari Dinas Perindustrian Jakarta. Pencairan subsidi tersebut membutuhkan waktu satu sampai dua minggu dari tanggal pembelian. (Budiono dan Waluyo Adi Susanto/Sup)

 

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: