indosiar.com, Jakarta - Mantan Kabareskrim Komjen Susno Duadji tiba lebih awal, sekitar pukul setengah sepuluh pagi dari jadwal yang ditentukan. Susno merupakan salah satu saksi penting dalam kasus skandal Bank Century ini.
Dalam pemeriksaan yang berlangsung sekitar enam jam, anggota pansus melontarkan sejumlah pertanyaan penting antara lain soal dugaan suap yang diterima Susno dari Bank Century sebesar sepuluh milyar rupiah agar mau memuluskan pencairan dana milik deposan sebesar 18 juta dolar Amerika.
Susno sebaliknya mengatakan bahwa ia pernah diajak Lucas, pengacara Budi Sampeorna untuk melakukan kerjasama.
Susno juga menjelaskan bahwa dari hasil pemeriksaan terhadap rekening yag ia lacak, tidak ada satupun nama partai yang menerima aliran dana Bank Century.
Dalam pemeriksaan ini, mantan Kabareskrim ini terlihat santai bahkan sesekali ia melontarkan lelucon yang memancing anggota pansus tertawa.
Panitia pansus memang merasa perlu meminta keterangan Susno, karena, seperti diberitakan media massa, Susno berhubungan dekat dengan Budi Sampoerna yang menjadi deposan besar di Bank Century. Ia juga dianggap mengetahui banyak seputar penangkapan pemilik Bank Century, Robert Tantular.
Namun sekali lagi, suasana pansus berubah menjadi ajang tarik urat, dan siapa lagi, kalau bukan Ruhut Sitompul.
Anggota pansus dari Partai Demokrat ini kembali memancing teriakan peserta yang menyaksikan jalannya sidang, ketika pengacara ini bertanya kepada Susno soal intervensi Yusuf Kalla yang memerintahkan Kapolri menangkap Robert Tantular.
Tidak sampai disitu rupanya. Ruhut kembali terlibat adu argumen dengan anggota pansus lain, Maruar Sirait yang tersinggung ketika Ruhut mengaitkan dirinya dengan LSM Bendera.
Salah satu poin yang menarik dalam sidang ini, yakni seputar penangkapan Robert Tantular. Bank Indonesia dan Departemen Keuangan, sepeti diketahui sudah melakukan pencekalan terhadap Robert, sebelum polisi menangkapnya. Toh ..menurut Susno, ia tidak pernah menerima surat pencekalan itu.
Susno juga membenarkan, perintah penangkapan itu langsung dari wakil presiden saat itu, Yusuf Kalla.
Keterangan Susno, pada hari itu juga dibantah Juru Bicara Wakil Presiden Boediono, Yoppy Hidayat. Menurut Yoppy, sebelum Mabes Polri menangkap Robert, Gubernur Bank Indonesia saat itu, Boediono, sudah mengeluarkan surat cekal kepada Robert pada tanggal 20 November.
Bukan pansus bila tidak berlangsug ricuh. Dan sidang kali ini kericuhan terjadi, akibat seorang pengunjung berteriak keras, sehingga sidang terganggu.
Pengunjung yang berteriak itu bernama Rahman, mahasiswa STIE, Swadaya Jakarta yang kecewa terhadap kinerja pansus. Kejadian seperti ini sudah empat kali terjadi.
Sidang akhirnya mengarah ke soal perlu tidaknya, pansus memeriksa Presiden SBY yang menuai pro dan kontra sesama anggota pansus.
Pansus juga memita keterangan dari dua saksi ahli di bidang ekonomi, yakni Kwik Kian Gie dan Christian Wibisono.
Anggota pansus mempersoalkan apakah dana talangan Bank Century, uang rakyat atau bukan. Ini ada kaitannya soal kerugian negara.
Sedangkan Christianto Wibisino mengatakan bahwa dana Bank Century seharusnya terus dikejar agar bisa dikembalikan ke negara.
Pansus berkahir sekitar pukul sebelas malam, dan besok, pemeriksaan terhadap sejumlah saksi ahli lain masih terus dilanjutkan.(Tim liputan/Ijs)