indosiar.com, Bandung - Seorang ko pilot dari Air Asia dirawat di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, Jawa Barat setelah diduga terinfeksi virus flu babi. Sementara di Nusa Tenggara Barat karena terdeteksi mengalami panas tinggi, seorang TKI asal Lombok Tengah yang baru tiba dari Malaysia langsung diisolasi di Rumah Sakit Umum Mataram. TKI berinisial F ini diduga terjangkit virus flu babi atau H1N1.
Ko pilot Air Asia berinisial ES ini ditempatkan di ruang isolasi Flamboyan, ruangan khusus penanganan pasien flu burung yang kini juga digunakan untuk menangani pasien flu babi.
ES dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin dari Bandara Husein Sastranegara Bandung Senin malam setelah diduga terinfeksi virus H1N1 atau virus flu babi, karena terserang gejala demam tinggi, batuk, pilek, gangguan pernapasan serta nyeri otot.
Ko pilot Air Asia tersebut sebelumnya melakukan penerbangan dari Malaysia ke Bandara Husien Sastranegara Bandung. Menurut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Cirebon Wilayah Kerja Bandara Husien Sastranegara, Deden Dewanto, sebelum dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin ko pilot ES sempat menjalani pemeriksaan petugas kesehatan bandara.
Pemeriksaan menunjukkan demam mendapai 38 derajat Celsius disertai batuk, pilek dan gangguan pernapasan. Untuk memastikan kemungkinan pasien terjangkit virus H1N1 atau flu babi, pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin telah mengirim sampel darah ke Laboratorium Litbangkes di Jakarta untuk diperiksa.
Sementara di ruang isolasi bangsal Flamboyan lantai 2 Rumah Sakit Umum Mataram, seorang Tenaga Kerja Indonesia asal Lombok berinisial F hari Selasa (12/05/09) kemarin, dirawat intensif. F pada hari Senin tiba dari Pahang, Malaysia melalui Bandara Selaparang, Mataram. Saat melewati alat thermo scan, tubuh F terdeteksi memiliki suhu panas yang tinggi yakni 39 derajat Celsius.
F langsung diisolasi pada hari Selasa dan F dikirim petugas KP3 Bandara Selaparang ke Rumah Sakit Umum Mataram karena diduga terjangkit virus flu babi. TKI asal Lombok Tengah berisial F itu oleh tim dokter dikenakan status investigasi sebagai status awal terhadap seseorang yang diduga terjangkit virus flu babi, hingga test laboratorium diketahui hasilnya apakah negatif atau positif terjangkit flu babi. (Tim Liputan/Sup)