HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Keracunan Makanan

Susu Beracun Timbulkan Trauma





indosiar.com, Kediri/Solo-
(Kamis, 27.10.2011) Susu yang dibagikan gratis di Kabupaten Kediri, Jawa Timur kembali meracuni siswa SD. 7 korban keracunan terpaksa dirawat di rumah sakit. Korban yang kondisinya cukup parah merasa trauma meminum susu gratis dari pemerintah kabupaten tersebut. Sementara puluhan siswa Madrasyah Tsanawiyah Negeri 1 Solo, Jawa Tengah Rabu siang diduga keracunan setelah menyantap sarapan di asrama sekolah.

Program susu gratis untuk peningkatan gizi siswa di Kediri kembali memakan korban. Susu merk Jenius produk perusahaan milik Bupati Kediri Hariyanti Sutrisno ini kembali meracuni delapan siswa SDN Kayunan Plosoklaten, Rabu siang.

Usai meminum susu, para siswa mengalami mual-mual lalu muntah. Tujuh dari delapan siswa yang keracunan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pelem Kediri.

Selama bulan Oktober, keracunan akibat susu gratis sudah terjadi sebanyak tiga kali. Paling banyak korban keracunan berasal dari 3 desa Gadungan dan Kecamatan Puncu sebanyak 57 siswa.

Ferdy, siswa SDN Gadungan 3 yang dirawat di Rumah Sakit Pelem Pare mengaku trauma minum susu gratis dari pemerintah kabupaten ini.

Terkait kasus keracunan susu ini Polres Kediri, Pemerintah kabupaten Kediri dan produsen susu Jenius segera menghentikan pemberian susu gratis kepada siswa sekolah dasar.

Sementara di Solo Jawa Tengah, puluhan siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Satu Solo Rabu siang, dilarikan ke rumah sakit, karena diduga mengalami keracunan, setelah menyantap sarapan di asrama sekolah. Hampir bersamaan, mereka mengalami pusing, mual, dan bahkan muntah-muntah setelah mengkonsumsi sarapan itu.

Menurut seorang guru, pihak sekolah berusaha mengobati siswa dengan mendatangkan tim medis. Hingga akhirnya mereka dirujuk ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah. Hingga kini pihak rumah sakit masih merawat secara intensif para korban keracunan. Tim dokter sudah memeriksa sampel makanan dan muntahan para siswa, namun hasilnya belum bisa diumumkan. (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
27-Oct-2011 17:08:58 WIB by indah sekali
bupati kok bisa punya perusahaan sih? jangan2hasil dari koropsi .maka nya tidak halal jadi racun .kasian rayatnya.bupati durhaka namanya.jangan rakus mati kekayaan tidak dibawa ko

 

Nama:
Email:
Security Code: