indosiar.com, Tuban - Jebolnya tanggul ini akibat tidak kuat menahan derasnya air Bengawan Solo yang makin meluap. Sudah dua kali ini tanggul Bengawan Solo jebol. Bagi warga Tegalsari kenangan pahit akan datang lagi, mengingat tahun lalu warga setempat sudah trauma dengan datangnya banjir.
Awal tahun 2008 lalu, dua tanggul sungai Bengawan Solo di Desa Tegalrejo dan Desa Tegalsari pernah jebol dan mengakibatkan sedikitnya 5 kecamatan terendam banjir. Banjir yang terjadi selama tiga bulan itu juga sempat melumpuhkan perekonomian warga. Oleh pihak Dinas BAS Bengawan Solo, tanggul tersebut sudah dibangun kembali, namun tanggul yang berada di Tegalsari kembali jebol.
Diduga tanggul yang jebol akan semakin melebar, pasalnya disekitar tanggul yang jebol kini sudah muncul retakan-retakan. Warga desa setempat pun sempat panik dan langsung mengemasi barang-barang perabotan rumah tangga untuk dievakuasi.
Sementara ketinggian air di Desa Tegalsari saat ini mencapai pinggul orang dewasa. Selain memutus akses di jalan dengan kecamatan tanggul yang jebol sekitar 50 meter tersebut juga mengancam 10 desa lainnya di Kecamatan Widang.
Hingga saat ini sejumlah rumah warga di dua desa yakni Desa Tegalsari dan Desa Banjar, dua desa yang letaknya paling dekat tanggul yang jebol sudah terendam banjir. Air banjir juga sudah memutus jalan yang menghubungkan 5 desa dengan Kecamatan. Akibatnya, 5 desa tersebut saat ini sudah terisolir. (Tim Liputan/Sup)