indosiar.com, Surabaya - Pasca jebol tanggul kolam penampungan lumpur di Desa Siring, kini sudah ditutup. Air - air lumpur tidak lagi mengalir ke pabrik konstruksi baja dikawasan tersebut yang sudah terendam lumpur, namun demikian tidak dilakukannya lagi peninggian tanggul di pusat semburan lumpur menyebabkan lumpur bisa sewaktu - waktu kembali meluber.
Tanggul kolam penampungan lumpur Desa Siring yang jebol dan menggelamkan pabrik konstruksi baja PT. Pasific Prestress Indonesia (PPI), kini sudah ditanggulangi dengan cara ditutup. Namun penutupan yang dilakukan oleh tiap pabrik masih bersifat sementara.
Pabrik juga melakukan lokalisir air lumpur ke dryna sejalan Raya Porong dengan mesin penyedot air. Sementara itu dipusat semburan sejauh ini tidak lagi dilakukan peninggian tanggul, sehingga luapan lumpur masih menjadi ancaman. Berhentinya aktivitas peninggian tanggul di pusat semburan akibat krisis keuangan yang dialami PT. Lapindo yang tidak mampu lagi membeli material pasir dan batu.
BPLS kini hanya bisa mengalirkan lumpur ke kolam penampungan lumpur, sebelah barat dan utara serta mengalirkan lumpur ke Sungai Porong. Menurut Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS) dalam kondisi normal, perawatan peninggian tanggul di pusat semburan agar lumpur terlokalisir memerlukan 200 hingga 300 truk material pasir dan batu per hari. (Didi Wahyudi/Dv).