HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Tarif Dasar Listrik Naik 1 Juli



indosiar.com, Jakarta - Masyarakat di tanah air, terutama kalangan masyarakat kurang mampu, agaknya harus rela mengelus dada. Sejalan akan naiknya harga BBM dan gas elpiji ukuran 12 kilogram, pemerintah juga sedang menggodok rencana menaikkan tarif dasar listrik, yang akan berlaku mulai 1 Juli 2010.

Pemerintah berdalih, subsidi listrik yang dianggarkan pemerintah tak mencukupi, hanya 38 juta US dolar sementara kebutuhan mencapai 58 juta US dolar. Kekurangan 20 juta US dolar itulah yang akan ditutupi dengan menaikkan tarif dasar lisrik. Tentu saja, ini pukulan buat sektor industri dan terutama, kalangan masyarakat ekonomi kurang mampu. Karena artinya, beban ekonomi mereka akan semakin berat, ketika kebutuhan lain semakin sulit dipenuhi.
 
Pada rapat kerja dengan Komisi 7 DPR pekan lalu, para wakil rakyat mempertanyakan rencana ini. Momentum waktunya dianggap tidak tepat, karena dilakukan saat masyarakat tengah menguatkan mental menghadapi rencana kenaikan BBM dan gas elpiji.

Effendi Simbolon, dari Fraksi PDIP mengatakan, pemerintah, jika hendak menaikkan tarif dasar listrik, boleh saja asal jangan menyentuh masyarakat ekonomi kelas bawah. 

Ditemui di salah satu acara di Jakarta Rabu (09/06/10) kemarin, Menteri energi Sumber Daya Mineral Darwin Saleh mengatakan, kenaikan tarif dasar listrik kali ini terkait kepentingan investasi, sekaligus memberi sinyal kepada masyarakat ekonomi menengah ke atas untuk hidup efisien. Ia menjamin masyarakat yang kurang mampu akan tetap dilindungi.

Menurut Darwin, pemerintah menyiapkan beberapa opsi, dan opsi mana yang akan dipilih, tergantung hasil pembicaraan dengan DPR.
 
Pemerintah boleh bicara demikian, tapi tetap saja, langkah pemerintah ini mengundang kekhawatiran, bahwa kenaikan listrik, BBM dan gas elpiji, hampir dipastikan akan memicu kenaikan harga-harga barang, dan itu bagi kalangan pedagang yang bermodal pas-pasan, merupakan ancaman serius bagi kelangsungan usaha mereka.

Yayasan Lembaga Konsumen YLKI juga tak setuju rencana kenaikan TDL ini, apalagi selama ini, pelayanan PLN sendiri masih jauh dari memuaskan.

Kurtubi, pengamat perminyakan, memprediksi kebijakan ini akan memberi efek besar. Ia mengacu  pengalaman krisis global 2008, di mana dengan mengeluarkan subsidi BBM sekitar 140 triliun rupiah, pemerintah berhasil menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi nasional, saat negara maju sekalipun, mengalami kejatuhan. Kuncinya, dengan subsidi itu, daya beli masyarakat tetap terjaga. Kini langkah sama tak ditempuh pemerintah.

Kurtubi minta pemerintah mempertimbangkan lagi rencana menaikkan TDL ini, karena jelas akan sangat membuat masyarakat bawah sangat menderita.

Atas dasar itulah, pemerintah diminta berfikir matang untuk menaikkan TDL ini, atau setidaknya mencari formula yang tepat, baik menyangkut besaran dan kelompok konsumen yang akan menjadi sasaran, maupun waktu kebijakan ini dijalankan. Karena jika tidak, dikhawatirkan akan memicu kekesalan masyarakat.
(Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
13-Jun-2010 14:38:01 WIB by x
wahai pemerintah, di manakah hati nurani mu ??
11-Jun-2010 12:45:37 WIB by didi padara
Kebijakan pemerintah menaikan BBM , TDL adalah kebijakan yang salah karena dampaknya menjadi beban rakyat kecil sampai saat ini. Bantuan langsung tidak ada artinya karena rakyat harus menelan filpait sampai saat ini akibat kenaikan BBM lainhalnya dengan para pemimpin negeri ini enak menikmati kenaikan gaji. Ditambah dengan rencana kenaikan TDL .Yang seharusnya pemerintah mensejahterakan rakyat malah berbagai susbsidi terus dicabut dengan alasan agar subsidi tepat sasaran.Tapi nyatanya dengan dicabutnya subsidi minak tanah rakyat tetap menjerit susah cari duit.
Jadi apa hasil dari pemerintahan saat ini dalam mengelola negara ini ? Orang bodohpun bisa memerintah bila kerjanya hanya utang , menaikan BBM atau TDL dsb.
Apakah pemerintahan yang seperti itu dianggap berhasil ?
Jelas tidak ! Sebab keberhasilan sebuah rumah tangga bila anak2nya damai sejahtera mampu mengelola keuangannya sampai akhir bulan dengan baik dan menunjukkan adanya surplus atau dana cadangan. Lalu bagaimana dengan negera kita ? Hasil pengelolalan Nol rakyat banyak yang miskin dan susah usaha dan utang terus dilakukan bila minus menaikan BBM dll. Ini yang dinamakan pemerintah berhasil mengelola negeri ini ? Memang begitu katanya , Lucu yach ?
10-Jun-2010 15:27:42 WIB by W
wahh3x kl TDL naekkk yg pengusaha uda mulai ikat pinggang dunkk??? yg pedanggang kecil suda pusingg??? gimana negara dibilng paling miskin n banyakk pengangguran??? tolong dunkk minta kebijaksanaan nya buat tangapi TDL neakk tarif nya?? di pikir kan lagi efekk dari kenaikan TDL....
10-Jun-2010 13:25:46 WIB by edyvanvreden
Sudah jelas, harga harga kebutuhan pokok yang lain juga ikut naik, namun gaji tidak naik, siap-siap kencangkan ikat pinggang.

 

Nama:
Email:
Security Code: