indosiar.com, Jakarta - Banyaknya korban akibat program tayangan smack down mengundang keprihatinan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan Mutia Hatta dan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault. Kedua menteri negara ini menilai smack down bukan olahraga tapi tontotan kekerasan.
Desakan kepada pemerintah dan Komisi Penyiaran Indonesia untuk menghentikan tayangan smack down di televisi disampaikan Mutia Hatta dan Adhyaksa Dault di Kantor Wakil Presiden Jakarta Rabu (29/11/06) kemarin pagi.
Menurut Mutia Hatta, tayangan smack down tidak pantas ditayangkan di Indonesia karena penuh dengan aksi kekerasan dan dapat mempengaruhi mental generasi muda Indonesia terutama anak-anak. Mutia Hatta menambahkan, hendaknya orangtua dapat mengontrol anak-anaknya saat menonton televisi sehingga kasus meninggalnya pelajar asal Bandung Reza Ikhsan Fadilah akibat dismack down kawannya tidak terulang kembali.
Sementara itu Adhyaksa Dault mengatakan, smack down tidak dapat dikategorikan sebagai olahraga. Smack down menurut Adhyaksa merupakan triatrikal atau drama yang jauh dari dunia olahraga.
Mutia Hatta dan Adhyaksa mengatakan, dalam waktu dekat akan mengirimkan surat resmi kepada pemerintah, KPI dan juga televisi yang menayangkan smack down untuk menghentikan tayangannya. (Ahmad Faizal dan Baharudin Rahman/Sup)