indosiar.com, Jakarta - Krisis energi yang dirasakan sejumlah warga menyusul berkurangya pasokan minyak tanah mendorong lahirnya berbagai kreativitas. Di Jakarta seorang pria lulusan Sekolah Menengah Atas berhasil menciptakan sebuah alat pengubah air menjadi energi gas.
Berawal dari keprihatinan krisis energi yang terjadi di negeri ini Edi Supriyanto, warga Jalan Yeni III Mampang, Jakarta Selatan akhirnya berhasil menciptakan alat yang dapat mengubah air menjadi energi gas. Dengan bersumber arus listrik, alat sederhana ciptaan pria yang hanya lulusan SMA ini mampu merubah satu liter air yang dicampurkan bahan kimia khusus menjadi energi gas yang dapat dipergunakan selama 31 jam nonstop. Sistem kerja prototyp telah menjalani 14 kali percobaan selama 3 tahun ini melalui proses elektrolisa dari campuran air dengan kimia khusus sehingga menghasilkan gas.
Jika dibandingkan dengan gas elpiji, alat ini tidak terlalu membahayakan. Karena alat ini hanya mengalirkan gas hasil elektrolisa bukan sebagai alat penyimpan gas. Jika dihitung dari segi ekonomi, alat buatan Edi ini tergolong sangat murah. Dengan membutuhkan 2 watt listrik saja atau hanya membayar listrik sekitar 125 rupiah perjam alat ini dapat menghasilkan 1 kilogram gas. Rencananya alat ini akan segera diperbanyak untuk segera di pasarkan ke masyarakat. Namun sayangnya Edi belum bisa menyebutkan berapa harga jual dari alat ciptaannya ini. (Tim Liputan/Sup)