indosiar.com, Jakarta - Kadiv Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam kepada wartawan Senin (30/05/11) siang di Mabes Polri mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan dan penggeledahan polisi di rumah Harianto, salah satu pelaku penembakan yang sudah ditangkap, diindikasikan pelaku adalah kelompok teroris.
Dari rumah tersebut, ditemukan bahan bahan untuk merakit bom, seperti sulfur, belerang, serta sejumlah pipa. Selain itu polisi juga menemukan kunci leter T yang terindikasi digunakan pelaku untuk aksi curanmor.
Polisi menduga, kelompok tersebut sengaja mengumpulkan senjata, dan akan menggunakan senjata tersebut untuk aksi perampokan. Aksi tersebut dilakukan dalam rangka proses pengumpulan dana untuk kegiatan terorisme.
Terkait aksi penembakan secara membabi buta yang menewaskan dua polisi, hingga kini baru dua pelaku yang berhasil di tangkap polisi.
Sementara dua pelaku lainnya yang diketahui bernama Fauzan dan Faruk hingga kini masih diburu pihak kepolisian. Keduanya kabur dengan membawa senjata salah satunya senjata jenis V-2, yang merupakan senjata milik anggota polri yang dirampas pelaku dalam aksi penembakan tersebut. (Dedi Irawan/Baharudin Rachman/Sup)