HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Tibo DKK Dikunjungi Rohaniawan



indosiar.com, Palu - Sehari menjelang dieksekusi mati, Fabianus Tibo, Dominggus da Silva, dan Marinus Riwu Rabu (20/09/06) kemarin, dikunjungi kuasa hukumnya Roy Rening, rohaniawan Pastor Jimy Tuberlaka dan putra sulung Tibo Robertus Tibo di LP Petobo, Palu. Dalam pertemuan tersebut, Tibo meminta keluarganya untuk tabah menerima keputusan eksekusi.

Namun dalam kunjungan ini, istri Tibo atau sanak saudara Dominggus da Silva maupun Marinus Riwu tidak nampak lagi. Sementara itu penjagaan di depan Lapas Petobo Palu semakin diperketat.

Usai menemui ayahnya, Robertus Tibo menyatakan, ia sudah tidak memiliki harapan untuk mengubah nasib ayahnya. Ia juga mengaku sudah terlalu banyak mengeluarkan air mata. Namun Robertus menyatakan, ayahnya sudah siap menjalani eksekusi mati. Tibo juga meminta jasadnya dimakamkan Beteleme, Morowali.

Sementara itu Roy Rening menyampaikan permintaan para terpidana agar aparat juga mengusut 16 nama yang terlibat dalam konflik Poso. Sementara Dominggu da Silva meminta agar dimakamkan di NTT. (Patarudin/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
26-Sep-2006 09:26:56 WIB by proTIBO
kenapa orang islam yg terlibat kasus poso,yg membunuh orang kristen dan katolik,yang membakar gereja2,yg turut serta dalam pemotongan kepala siswi2 kristen di poso tidak diadili? jangan berbicara system hukum kalau tidak mengerti hukum..ini negara hukum bung,bukan negara Islam!
22-Sep-2006 15:38:52 WIB by cucu
Siapa ya yang ngebom di Bali dan Kedutaan Australia di jakarta atas nama agama?siapa yang membakar sekian ratus gereja2?semoga masih ada kejujuran,paling nggak, jujur dalam menjawab kepada diri sendiri.
22-Sep-2006 07:59:53 WIB by gusdurjana
memang ada banyak manusia ambisi dg kekuasaan dan uang,mereka menghalalkan segala cara walaupun dg membunuh sesama anak bangsa,mereka teriak demokrasi,mereka teriak toleransi,mereka teriak diakui 5 agama,mereka menuntut hak. Namun mereka lupa kewajiban yaitu menghormati nyawa sesama anak bangsa, mereka membantai anak santri tak berdosa, inikah yg dinamakan solidaritas sesama , inikah yg dinamakan demokrasi,...mereka lupa...
perbuatan mereka adalah biadab....inikah keinginan mereka...????membunuh...??
tidak boleh dihukum mati...????
coba kalo tidak ada pembantaian....
tidak kan ada hukuman mati...
logis...???
ingin menang sendiri..???
hehm....
21-Sep-2006 11:13:55 WIB by clandestein
orang islam tidak akan membunuh tibo dkk tapi sistemlah yang mengeksekusi anda.mungkin anda orang yang saleh dan beriman tapi terperangkap dalam skenario yang salah.

 

Nama:
Email:
Security Code: