indosiar.com, Jakarta - Dosen IPDN Inu Kencana yang saat ini banyak mengeluarkan buku tentang IPDN mengakui tak gentar dengan somasi-somasi dan protes dari para praja IPDN. Ini justru membuat Inu yakin adanya tekanan di IPDN.
Sikap berani Inu Kencana, Dosen IPDN yang membuka borok Institut Pemerintahan Dalam Negeri dalam bukunya Under Cover IPDN tidak pernah luntur. Walau beberapa praja dan dosen mensomasi dirinya.
Di sela-sela bedah buku Maju Tak Gentar Membongkar Tragedi IPDN Minggu (03/06/07) kemarin, Inu mengatakan budaya protes atau keinginan untuk memprotes bukanlah budaya di IPDN. Dilingkungan dalam IPDN, para dosen dan praja telah dibentuk untuk patuh terhadap atasan dan senioritas. Sehingga Inu curiga ketika ratusan praja dengan beraninya ramai-ramai memprotes dan mensomasi dirinya.
Inu semakin yakin sikap protes itu karena para praja mengalami tekanan dari Sekjen Depdagri untuk melakukan aksi protes terhadap dirinya.
Inu mengaku sudah menerbitkan 10 buku dan dalam penerbitkan buku ini Inu mengaku ada kekurangannya seperti salah ketik. Inu sendiri mengaku siap menerima resiko apapun kalau memang dirinya salah dan harus menerima hukuman. (Sisca Tiur Gurning dan Heri Gemita/Sup)