HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS

Tidak Mampu Bayar Opname, Pasien Diborgol



indosiar.com,Binjai  - Seorang pasien di Rumah Sakit Umum Latersia Binjai, Sumatera Utara diborgol selama 5 hari oleh pihak rumah sakit karena pasien tersebut tidak mampu membayar biaya opname. Selama diborgol, pasien tidak diberi makan, pengobatan dan tidak diperkenankan ke kamar kecil.

Setelah menderita luka bacokan di tangan kanan akibat pertengkaran dengan tetangganya sendiri pada 2 Januari lalu, Ramli Sembiring terpaksa diborgol pihak Rumah Sakit Umum Latersia Binjai karena tidak mampu membayar biaya opname. Saat kejadian oleh keluarga pelaku pembacokan, ia dibawa ke Rumah Sakit Umum Latersia Jalan Soekarno Hatta Binjai dan dioperasi oleh pihak rumah sakit.

Setelah empat hari dirawat, pihak rumah sakit menagih biaya pengobatan sebesar 6. 960.000 ribu rupiah. Karena tidak sangup membayar, tangan kiri Ramli diborgol oleh pegawai rumah sakit di besi ranjang tempat ia dirawat dengan alasan agar tidak bisa melarikan diri.

Menurut pengakuannya, ia diborgol selama 5 hari tanpa diberi obat, tanpa diberi makan. Borgol tangan kiri Ramli baru dilepas Senin (12/01) pagi setelah wartawan dan seorang anggota TNI dari Kodim 0203 Langkat mendatangi di rumah sakit.

Sementara itu Direktur Rumah Sakit Umum Latersia Binjai, Dr. David Tambun menyatakan, bahwa dia baru mengetahui pasien Ramli Sembiring diborgol di rumah sakit miliknya kemarin, karena sudah sejak tanggal 6 Januari lalu, pasien tersebut sebenarnya diperbolehkan pulang dan dia tidak mengetahui tentang perborgolan tersebut. Secara administrasi rumah sakit tidak ada peraturan yang menganjurkan agar pasien diborgol.

Sementara itu menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai Dr. Fuad El Murad yang datang ke rumah sakit mengatakan, perlakuan dengan memborgol pasien adalah tindakan tidak manusiawi dan melanggar HAM serta jauh dari fungsi sosial rumah sakit. Untuk itu pihaknya akan melaporkan hal ini ke Dinas Kesehatan Provinsi untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan kesehatan dan kerumahsakitan yang berlaku. (Edi Iriawan/Sup)

Bookmark and Share


Page: 1
14-Feb-2009 17:40:56 WIB by Ani Suwardi
Memang demikianlah nasib orang miskin. Selalu diperlakukan di luar batas kemanusiaan. Sedih bukan? Jika bangsa sendiri tidak dapat menolong bangsanya yang tidak mampu,susah dan miskin sehingga memperlakukannya seperti hewan. Kemana nasib orang miskin untuk memperjuangkan nyawanya?. Semoga pihak yang berwajib tegas dalam mengambil tindakan bagi warga negara yang melakukan tindakan di luar batas kemanusiaan. Tanpa memilih bulu siapakah mereka dan apakah kedudukannya, demi menegakkan keadilan menurut tunas undang-undang Negara.
18-Jan-2009 21:42:02 WIB by bambang eka
da gila tu ruamh sakit ga da otak tu bagusan lu umumlan dikoran ada pasien ga bisa bayar jd kita kita tau tu dan bisa ditolong tuuu dari pada lu borgol begitu kayak tahanan aja tu pasien

 

Nama:
Email:
Security Code: