indosiar.com, Banjar - Satu lagi aliran sesat timbul di Indonesia. Di Kota Banjar, Jawa Barat ada aliran yang namanya Paguyuban Budaya Bangsa (PBB) yang salah satu ajarannya adalah melakukan semedi sebagai ganti sholat lima waktu. Selain itu pengikut aliran ini juga mengosongkan kolom agama dalam KTP.
Para penganut kepercayaan PBB ini merupakan warga Dusun Bojong Kantong, Desa Kujangsari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Keberadaan aliran ini di kota Banjar tergolong masih baru karena baru setahun lebih adanya. Namun meskipun baru, para penganutnya sudah mencapai 40 orang warga di kampung tersebut.
Sebelum menganut aliran ajaran PBB, mereka berstatus agama Islam. Namun semenjak masuk ke aliran PBB, mereka harus mengosongkan data status agama di KTP. Tak hanya itu mereka juga mengaku memiliki ADART seperti organisasi.
Dalam ajaran PBB ini para penganutnya tidak diwajibkan untuk melaksanakan sholat lima waktu seperti ajaran agama Islam. Namun mereka menggantinya dengan bersemedi sehari sekali tiap jam 9 malam.
Selama bersemedi yang tidak kurang dari setengah jam, mereka membacakan doa dalam bahasa Jawa. Disamping itu mereka juga diwajibkan berbakti kepada lima panca atau yang disebut Panca Bakti. Yaitu bakti kepada Tuhan Yang Maha Esa, bakti kepada orangtua, bakti kepada guru leluhur, bakti kepada pemerintah dan bakti kepada sesama lingkungan.
Sejauh ini menurut warga sekitar aktivis para penganut PBB dalam melaksanakan peribadatannya tidak menganggu atau meresahkan warga lainnya. Sedangkan pihak MUI setempat masih melakukan penyelidikan terkait adanya ajaran baru tersebut yang diduga menyesatkan umat. (Deni Muhammad Arif/Sup)