indosiar.com, Indramayu - Dalam dua hari terakhir 4 orang Tenaga Kerja Wanita yang bekerja di Jordania pulang ke tanah air sudah tinggal jenazah tak bernyawa. Tiga diantaranya tiba bersamaan Minggu (19/10) dini dan langsung diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan.
Kedatangan jenazah Pipit Fitriani di rumahnya di Desa Megak Jaya, Kecamatan Trisi, Indramayu langsung disambut histeris keluarganya. Keluarga tampak tak mampu membentuk kesedihan setelah sekian lama menanti kabar, ternyata Fitri pulang dalam keadaan tak bernyawa.
4 Agustus 2008, Pipit dikabarkan meninggal dunia akibat terjatuh dari lantai 15 apartemen milik majikannya Naber Abdel K di Aman, Jordania. Selain itu gaji Pipit selama bekerja 7 bulan juga belum dibayar sang majikan. Menurut petugas Deplu hingga saat ini majikan Pipit masih menjalani pemeriksaan pihak kepolisian Yordania.
Selain Pipit ikut dibawa pulang ke tanah air dua jenazah TKW lain yakni Tati Suciati warga Desa Segeran Kidul, Juntiyuat dan Dasiri warga Kecamatan Arjowinangun, Cirebon. Tragisnya sebelum tiba di tanah air, ketiga jenazah sempat terkatung-katung selama 2 bulan di Jordania. Sementara penyebab kematian almarhumah Tati dan Dasiri hingga saat ini masih simpang siur.
Belum jelas apakah keduanya merupakan korban kekerasan atau meninggal karena sakit. Pihak keluarga berharap pemerintah Indonesia bisa memperjelas sebab kematian keduanya. Selain itu pemerintah RI juga diharapkan lebih serius memberikan perlindungan bagi warga negaranya yang bekerja di luar negeri. (Masyuri Wahid/Sup)