indosiar.com, Surabaya - Nasib kelima ABK mesin hingga kini masih belum jelas. Hingga hari keenam sejak terbakarnya KM Mandiri Nusantara disekitar perairan Masalembo keberadaan mereka belum diketahui, Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga belum dapat masuk kedalam kapal milik perusahaan Prima Vista itu.
Beginilah kondisi bangkai kapal KM Mandiri Nusantara saat dievakuasi dari perairan Bawean perbatasan Masalembo menuju pelabuhan khusus Indonesia Marina Shipyard Gresik, Jawa Timur.
Bangkai kapal Mandiri Nusantara yang mengangkut 302 penumpang ini tiba di pelabuhan Gresik Kamis (04/06/09) pagi, dan langsung dikandaskan di pelabuhan khusus Marina Shipyard pelabuhan milik Vista Mandiri sendiri.
Proses evakuasi dipimpin oleh tim KNKT dikawal petugas KPLT Tanjung Perak, Surabaya dan Direktorat Polairud. Kapal dikandaskan di pelabuhan khusus setelah dipasang jangkar kanan kiri bertujuan agar posisi kapal naas Mandiri tidak bergeser, mengingat kondisi badan kapal sudah miring ke kiri.
Masih nampak kepulan asap di bagian dek depan atas. Petugas pun masih belum bisa naik kebadan kapal depan karena kondisi kapal badan masih panas.
Sementara itu tim KNKT hingga kemarin siang masih kesulitan untuk masuk kedalam kapal. Menurut Ketua Tim Investigasi KNKT, Hermanu Karmayono, kapal yang terbakar hingga kemarin siang masih dipenuhi dengan kepulan asap, selain itu besi kapal juga masih dalam kondisi panas. Kondisi ini juga menyulitkan untuk mencari tahu nasib 5 ABK Kapal Mandiri yang hingga kini belum diketahui keberadaanya.
Sementara itu tim KNKT dan pihak Administrasi Pelabuhan (Adpel) akan melakukan pemeriksaan ABK Kapal KM Mandiri Nusantara yang terbakar dan melakukan pemanggilan terhadap PT Prima Vista. (Adi Sigit Wijaya/Srirama/Sup)