indosiar.com, Jakarta - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Joko Santoso menegaskan, temuan senjata api yang digunakan para pelaku teror di Poso, Sulawesi Tengah bukanlah milik TNI. Dalam rangka memulihkan keamanan di Poso, pihaknya telah menyiapkan 200 personil TNI Angkatan Darat untuk di Bawa Kendali Operasi (BKO) kan ke Poso.
Joko Santoso menyatakan siap membantu pihak kepolisian dalam memulihkan keamanan di Poso. Pihaknya juga telah diminta Panglima TNI untuk menyediakan 2 SSK atau sebanyak 200 personil TNI Angkatan Darat untuk di BKO kan di Poso.
KASAD menegaskan, komando pengamanan di wilayah Poso tetap berada di pihak kepolisian. Sedangkan TNI Angkatan Darat hanya bertugas memback-up bila kepolisian tidak mampu lagi menghadapi aksi teror yang terjadi di Poso.
Dalam kesempatan ini KASAD menegaskan, bahwa penemuan senjata api yang digunakan oleh para pelaku teror di Poso bukan milik TNI. Untuk itu salah satu target operasi pasukan TNI dibawah Komando Pangdam Wira Buana adalah melucuti senjata-senjata yang tidak diperuntukan bagi warga sipil sebagaimana banyak ditemukan di Poso. (Ahmad Faizal dan Baharudin/Sup)