indosiar.com, Jakarta - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menghidupkan kembali desk anti teror di tiap-tiap angkatan. Desk ini berada ditiap-tiap daerah dan penghidupan desk anti teror ini sebagai upaya untuk melawan terorisme.
Panglima TNI, Jenderal Djoko Santoso menyatakan dalam melakukan pengamanan dari aksi terorisme, TNI memiliki tiga pola yakni pendeteksian, pencegahan dan penindakan. TNI juga menghidupkan kembali desk anti teror yang sudah dimiliki masing-masing angkatan dan berada ditiap-tiap wilayah atau Komando Utama (Kotama).
Penghidupan desk anti teror ini adalah sebagai upaya memerangi terorisme. Pernyataan Panglima TNI ini diungkapkan usai acara pemberian dan penyematan tanda penghormatan untuk Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan para perwira tinggi di Gedung Utama Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur Selasa (11/08/09) pagi.
Sementara itu Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono menyatakan, TNI adalah institusi yang penting dalam negara. Tugas utamanya adalah menjaga pertahanan dan keamanan dari ancaman apapun, termasuk ancaman teroris. (Muslichan/Agus Rahayu/Sup)