indosiar.com, Agam - Kerusakan akibat gempa di Kabupaten, Agam, Sumatera Barat telah merusak 12.300 rumah lebih. Sedangkan 20 ribu rumah lainnya mengalami rusak sedang dan ringan.
Dari 9 kecamatan yang terkena gempa, yang terparah terjadi di 3 kecamatan. Yaitu, Kecamatan Malalak, Maninjau, dan Lubuk Basung. Sampai saat ini langkah langkah darurat kecuali evakuasi masih terus dilakukan, seperti perbaikan jalan, distribusi sembako sampai layanan kesehatan.
Untuk memberikan rasa tenang, dan semangat kepada warganya, Bupati Agam, Aristo Munandar mengunjungi korban di Lubuk Basung akhir pekan. Pemerintah darah Agam sendiri telah menetapkan tanggap darurat setalam satu bulan, atau sampai 30 Oktober mendatang.
Namun penetapan tersebut bisa diperpanjang atau dipersingkat, tergantung situasi lapangan. Untuk memasuki masa pemulihan, Pemda Agam akan memprioritaskan, pada pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan.
Sementara itu, untuk memulihkan perekonomian di Agam, bupati meminta perbankan untuk menjadwal ulang, utang yang dimiliki warganya. Permintaan tersebut dilakukan agar korban gempa berkesempatan bangkit dari keterpurukan dahulu, sehingga secara bertahap dapat beraktifitas seperti sedia kala, menggerakkan ekonomi.
Pemda Agam saat ini juga tengah mempersiapkan dana perkreditan untuk modal usaha warganya yang akan disalurkan melalui 42 koperasi syariah di Agam pasca tanggap darurat nanti.(Johardio Anse/Her)