indosiar.com, Cimahi - (Senin, 14.11.2011) Aksi unjukrasa ribuan buruh se kota Cimahi, Jawa Barat Senin siang berlangsung ricuh. Dipicu kekecewaan buruh tak bisa bertemu walikota Cimahi, sama seperti unjukrasa terdahulu para buruh ini mendesak agar upah minimum kota tahun 2012 yang sudah ditetapkan segera direvisi.
Bentrok antara buruh dengan petugas kepolisian dan satuan polisi pamong praja ini terjadi di pintu gerbang kantor pemerintahan kota Cimahi Senin siang. Kericuhan dipicu kekecewaan para buruh yang tidak bisa bertemu Walikota Cimahi, Itoc Tochija sehingga buruh memaksa masuk ke kantor Pemkot Cimahi tetapi dihadang aparat.
Beberapa orang yang dianggap provokator dalam aksi bentrok ini sempat diamankan pihak kepolisian. Kericuhan reda setelah polisi berhasil menenangkan buruh. Sebelum demo di kantor Pemkot Cimahi, para buruh ini melakukan aksi blokir jalan dan konvoi dengan menggunakan sepeda motor. Para buruh mengecam keputusan walikota dan dewan pengupahan yang telah menetapkan UMK tahun 2012 sebesar Rp 1.209.442. Jumlah tersebut dinilai masih belum layak dan perlu ditambah. (Muhammad Abas/Sup)