indosiar.com, Bengkulu - Bentrokan ini terjadi saat berlangsungnya aksi unjuk rasa ratusan warga menolak penambangan pasir besi yang digelar di depan kantor Bengkulu Senin siang.
Bentrokan dalam aksi yang diikuti ratusan warga yang tergabung dalam jaringan pesisir pantai Bengkulu dari kabupaten Kaud, kabupaten Seluma dan kabupaten Muko Muko dipicu oleh tindakan warga yang memaksa masuk ke kantor gubernur.
Mereka ingin menyampaikan langsung tuntutan agar gubernur mencabut izin 3 penambangan pasir besi yang dikelola pingak asing yang merusak kawasan pantai. Warga yang kecewa karena gubernur tidak ada ditempat, akhirnya nekad menduduki kantor gubernur.
Namun aksi warga ini segera dihalau petugas. Nyaris terjadi bentrokan kembali saat aparat memaksa warga meninggalkan kantor gubernur Selasa petang. Bahkan seorang warga nyaris pingsan akibat terkena tendangan aparat karena menolak meninggalkan kantor gubernur.
Tiga perusahaan penambang pasir besi yang diprotes warga adalah PT Famia Tenhulu, PT Pringgondani dan PT Solomoro Banyuanto.(Partomi Oktora/Her)