indosiar.com, Tangerang - Hidup di balik jeruji besi ternyata tidak menyulutkan warga binaan Lapas Anak Pria Tangerang, berhenti untuk belajar. Dari jumlah penghuni 142 , 7 diantaranya Senin (29/03/10) kemarin, mengikuti ujian nasional tingkat SLTP.
Seperti siswa disekolah umum, mereka melaksanakan ujian tanpa mendapatkan keistimewaan. Bahkan pengawasan bagi warga binaan terbilang lebih ketat. Selain diawasi oleh petugas Dinas Pendidikan, mereka juga mendapat pengawasan dari para sipir dan pembina.
Kendati sudah menyiapkan diri dengan belajar, para anak binaan ini tidak yakin bisa mengerjakan soal dengan baik dan benar. Seperti yang dirasakan Fajar salah seorang penghuni lapas.
Sementara di Bengkulu, dari 5 ribu 432 siswa 3 orang tercatat mengikuti ujian nasional di lembaga permasyarakatan. 2 siswa SMP bernama Pebri dan Hasan tersandung kasus pencurian. Sementara Hamdani siswa SMP 7, tersandung kasus kecelakaan lalulintas yang menyebabkan korbannya meninggal dunia. (Tim Liputan/Sup)