HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Jenazah TKW Dipulangkan

Utusan PJTKI Disandera



indosiar.com, Jakarta - Jenazah seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Indramayu yang meninggal di Kuwait Senin (22/06/09) dini hari tiba di kampung halamannya di Desa Bondan, Indramayu, Jawa Barat. Isak tangis mengiringi kedatangan jenazah, namun karena tak dilengkapi dokumen dan penyebab kematian, keluarga sempat menyandera utusan PJTKI.

Isak tangis keluarga langsung pecah saat jenazah Yeni Rahman tiba di kampung halamannya di Desa Bondan, Kecamatan Suka Gumiwang, Indramayu. Mereka tak menyangka Yeni pulang tanpa nyawa, setelah bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Kuwait, padahal korban baru bekerja di Kuwait selama satu bulan. Sejumlah kerabat pun pingsan. Suasana bertambah kacau saat utusan dari PJTKI bernama Yahya berusaha kabur. Saat ditanya sejumlah wartawan Yahya sempat berbohong dengan mengaku sebagai sopir ambulan.

Utusan PJTKI PT Wira Kreasi Usaha Bekasi inipun ternyata tak membawa dokumen pengiriman jenazah dan surat keterangan penyebab kematian. Pihak keluarga yang tak puas akhirnya menyandera Yahya selama hampir 2 jam.  Yeni dikabarkan meninggal dunia akibat terjatuh saat bekerja di rumah majikannya di Kuwait.

Sementara itu Menlu Hasan Wirayudha mengusulkan agar anggaran perlindungan TKI diluar negeri ditangani dengan sistem satu pintu. Hasan Wirayudha mengatakan, hal ini dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPR RI Senin siang.

Menurut Menlu, selama ini anggaran perlindungan WNI sebesar 56 miliar rupiah tersebar disejumlah kantor kementrian seperti Departemen Tenaga Kerja dan Sosial. Ini kerap menyulitkan saat terjadi kasus yang melibatkan WNI dan membutuhkan dana besar, misalnya perlindungan hukum bagi TKI TKI bermasalah. (Astrid Farma Putri/Agus Rahayu/Masyuri Wahid/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: