indosiar.com, Bogor - Wakil Presiden Jusuf Kalla didampingi Tim Konversi Minyak Tanah, Senin (13/8/2007) meninjau pabrik pembuatan tabung dan kompor gas di wilayah Gunung Putri Bogor, Jawa Barat. Kunjungan tersebut untuk melihat langsung proses produksi dan standar keamanan tabung gas yang banyak dikeluhkan masyarakat, karena banyak yang bocor atau rusak.
Jusuf Kalla mengatakan pemerintah bertekad meneruskan program konversi minyak tanah hingga tahun 2011, karena akan menguntungkan masyarakat, pengusaha dan pemerintah. Jika program tersebut terlaksana, pemerintah bisa menghemat keuangan negara hingga Rp 22 triliun pertahun.
Sementara itu, Iis Rusminiwati, Kepala Pabrik pembuatan tabung gas menjamin hasil produksinya tidak akan bocor karena telah melalui kontrol yang ketat. Untuk legalisasi standar keamanannya, Departemen Perindustrian telah menetapkan SNI atau Standar Nasional Indonesia untuk tabung gas 3 kilogram, sedangkan kompor gas masih dalam proses. Dengan diterbitkannya SNI, diharapkan masyarakat ekonomi lemah tidak khawatir dalam menggunakan kompor gas bersubsidi tersebut.(Budiyono dan Baharuddin Ridwan/Ijs)