indosiar.com, Gresik - Puluhan warga kawasan Gunung Giri, Gresik melakukan aksi blokir jalan masuk eksploitasi pasir batu dengan menguruk jalan masuk dengan sirtu dan menanami jalan dengan pohon jati. Aksi ini dilakukan sebagai wujud keresahan warga akan bahaya longsor dan protes kepada pemerintah Gresik dan investor yang mengeruk Gunung Kapur tanpa mengindahkan amdal.
Aksi puluhan warga Desa Ngargosari, Kecamatan Kebon Mas, Gresik, Jawa Timur ini dipicu oleh ulah investor sebagai perusahaan swasta yang mengeksploitasi sirtu kawasan Gunung Kapur Giri.
Warga merasa pihak investor NST belum mengantongi surat ijin dari Pemkot Gersik untuk eksploitasi. Mereka mengeruk tanpa memperhatikan keselamatan lingkungan, karena tebing yang dikeruk menyebabkan longsor. Terbukti longsor terjadi di tebing jalan yang dilalui truk. Warga khawatir nantinya akan meluas jika proyek ini diteruskan. Eksploitasi ini dilakukan 25 tahun yang lalu tepatnya tahun 1984, rencananya akan membuat perumahan elit di Gresik setelah dapat meratakan Gunung Kapur Giri.
Upaya warga melaporkan kepada pihak Gresik tidak menuai hasil dan untuk menghindari aksi anarkis warga, aksi mendapat pengawalan ketat satu pleton Dalmas Polres Gresik. Saat terjadi aksi blokir jalan, warga memaksa truk pengangkut sirtu untuk parkir.
Aksi warga bubar setelah melakukan negosiasi antara pihak investor NST berjanji akan melakukan pertemuan dengan warga. Warga akan tetap menutup akses jalan truk hingga terjadi kesepakatan yang baru. (Adi Sigiet/Sup)