indosiar.com, Jakarta – Seperti tahun-tahun sebelumnya, datangnya bulan ramadhan selalu didahului dengan naiknya harga-harga kebutuhan pokok. Tidak banyak yang bisa dilakukan masyarakat, kecuali mengeluhkan naiknya harga kebutuhan pokok yang membuat mereka harus mengeluarkan uang ekstra untuk berbelanja.
Seperti Asep. Yang selain harus berbelanja untuk kebutuhan rumah tangganya, juga berjualan es campur. Menurut Asep, naiknya harga bahan pokok membuat penghasilannya berkurang, karena ia tidak serta merta bisa menaikkan harga es campur jualannya. Namun Asep hanya bisa pasrah menghadapi situasi ini.
Woro, salah seorang pedagang juga mengeluhkan naiknya harga kebutuhan pokok. Karena berdampak pada berkurangnya jumlah barang yang mampu dibeli konsumen.
Woro yang telah 20 tahun berjualan di Pasar Tomang Barat ini menambahkan setiap menjelang puasa dan Idul Fitri pada tahun-tahun sebelumnya, memang selalu terjadi kenaikan harga. Akan tetapi tahun ini, kenaikan dirasa cukup berat. Bila biasanya kenaikan berkisar pada angka Rp 1000 hingga Rp 1500, kini kenaikan bahkan mencapai Rp 5000 per komoditas.
Seperti telur. Mengalami kenaikan hingga Rp 3000 dari semula Rp 9000 menjadi Rp 11 ribu perkilogram. Kenaikan tertinggi dicatat kacang tanah, dari semula Rp 8500 menjadi Rp 14 ribu perkilogramnya.(Gusti Eka Sucahya dan Novi Hartoyo/Ijs)