indosiar.com, Indramayu - Pencairan Bantuan Langsung Tunai (BLT) tahap dua di Indramayu baru dibagikan Senin lalu meskipun seharusnya mulai dibagikan awal Januari lalu.
Dalam pembagian dana BLT kemarin, warga mengeluhkan potongan bantuan yang dilakukan aparat desa. Sejumlah aparat desa langsung melakukan pemotongan setelah warga selesai mencairkan bantuan.
Jumlah potongan BLT bervareasi. Di Kelurahan Margadadi, Kecamatan Indramayu, BLT dipotong 50 ribu rupiah. Sementara di Desa Brondong, Kecamatan Pasekan, bahkan warga harus menyetor 150 ribu rupiah.
Menurut warga, pemotongan dana BLT dengan dalih pemerataan. Dana potongan akan diberikan aparat desa untuk warga miskin lain yang tidak mendapat BLT, namun warga meragukan hal itu.
Sementara pihak aparat desa mengaku kebijakan tersebut merupakan hasil musyawarah warga. Langkah ini juga dilakukan karena daftar susulan warga miskin yang diajukan ke BPS hingga kini belum ada kejelasan. (Masuri Wahid/Sup)