indosiar.com, Banyumas - Gas elpiji ukuran 3 kilogram, kian sulit ditemukan di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Bahkan gas elpiji ini sudah menghilang dari pasaran sejak sebulan terakhir. Diduga kuat , lenyapnya gas elpiji 3 kilogram ini karena pengurangan pasokan dari Pertamina, menyusul banyaknya insiden ledakan tabung gas di masyarakat. Akibat langkanya tabung gas 3 kilogram, banyak warga yang kini beralih ke minyak tanah.
Kelangkaan elpiji ukuran 3 kilogram ini terjadi di hampir semua agen dan pangkalan yang tersebar di sejumlah tempat di wilayah Banyumas, Jawa Tengah. Selain di sejumlah kecamatan, kelangkaan juga terjadi di pusat kota Purwokerto.
Bahkan di kota Ajibarang sudah hampir sebulan ini warga kesulitan mendapatan gas elpiji 3 kilgram. Agen besar dan pangkalan resmi yang biasa menyediakan gas elpiji selalu kehabisan stok. Akibatnya, banyak agen yang memilih tutup.
Menurut sejumlah pemilik agen, kelangkaan elpiji ini terjadinya pengurangan pasokan hingga separoh dari jumlah biasa, akibat banyaknya kasus ledakan tabung gas.
Akibat kelangkaan ini, harga elpiji 13 kilogram yang biasa dijual13.500, di sejumlah tempat kini dijual paling murah seharga 17 ribu rupiah. Akibatnya, banyak warga yang kini kembali menggunakan minyak tanah. (Nanang Anna Noor/Sup)