indosiar.com, Yogyakarta - Tiga tahun peristiwa gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah yang terjadi 27 Mei 2006 silam, masih menyisakan trauma mendalam bagi sejumlah warga korban gempa. Akibat trauma ini sejumlah warga belum berani pulang ke rumah.
Trauma pasca gempa bumi yang melanda Yogyakarta dan sebagian wilayah Jawa Tengah, 3 tahun lalu masih dirasakan masyarakat terutama warga Bantul, Yogyakarta, yang merupakan daerah terparah diguncang gempa.
Trauma akibat gempa tersebut antara lain dialami Tumiarsih, warga Gabusan, Sewon, Bantul, Yogyakarta yang sehari-hari berdagang ayam. Akibat trauma dengan gempa yang telah menghancurkan rumah dan perabotan miliknya, Tumiarsih hingga kini memilih tidur di rumah darurat dengan alasan lebih mudah menyelamatkan diri jika kembali terjadi gempa.
Putusan Tumiarsih untuk tetap tinggal di tenda darurat ini sebenarnya sudah dikeluhkan keluarganya, karena mereka telah berhasil membangun kembali rumah mereka yang hancur. Namun trauma Tumiarsih atas gempa 3 tahun silam membuat mereka tidak berdaya menolak permintaan Tumiarsih.
Selain Tumiarsih masih banyak warga yang dicekam trauma akibat gempa di Yogyakarta. Hingga saat ini berbagai terapi terus dilakukan baik oleh pemerintah setempat maupun sejumlah LSM agar mereka bisa melupakan peristiwa memilukan tersebut. (Gandung Jatmiko/Sup)