HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Jelang Imlek

Warga Tionghoa Mulai Bersih-bersih Rumah




indosiar.com, Jakarta
- (Jumat, 20.01.2012) Hari raya Imlek tinggal dua hari lagi. Sejumlah kesibukan dilakukan oleh masyarakat keturunan Tionghoa menyambut kedatangan momen tahun baru Cina ini. Mulai dari membersihkan patung dewa dewi di rumah, membersihkan klenteng hingga berburu ikan dingkis yang bertelur.

Masyarakat Tionghoa di Magelang, Jawa Tengah melakukan  tradisi bersih-bersih rupang atau patung dewa dewi menggunakan air bunga menjelang perayaan Imlek. Tradisi ini dilakukan masyarakat secara turun temurun di Klenteng Hok An Kiong di Muntilan Magelang, Jawa Tengah pada hari yang diyakini merupakan toa pekong yaitu saat dewa telah naik ke surga.

Sebelum dimandikan dengan air bunga rupang-rupang ini dibersihkan lebih dahulu dengan abu. Selain rupang, seluruh isi klenteng juga ikut dibersihkan mulai dari perabotan sampai ke langit-langit bangunan klenteng

Tempat abu untuk meletakkan dupa terbesar di asia tenggara di Klenteng ini seberat 3,8 ton juga ikut dibersihkan.

Jelang imlek atau tahun baru Cina 2563 kesibukan membersihkan patung-patung dewa dewi juga dilakukan warga Tionghoa Kota Jambi di Klenteng Sai Che Tien dikawasan Koni Empat Talangjauh, Jelutung, Jambi. Setelah melakukan ritual sembahyang satu persatu patung patung dewa dewi diturunkan dari tempat semula lalu debu-debu yang lengket selama satu tahun lalu dibersihkan dengan hati-hati.

Salah satu jenis makanan laut yang paling dicari masyarakat Tionghoa di Batam, Kepulauan Riau menjelang Imlek adalah ikan dingkis. Sebab kebiasaan ikan yang selalu bertelur tiap hari perayaan Imlek ini diyakini masyarakat Tionghoa akan membawa hoki atau keuntungan bagi siapapun yang mengkonsumsi telur ikan.

Tidak heran harga ikan dingkis di Batam setiap menjelang Imlek selalu mahal. Bila pada hari biasa harga ikan dingkis berkisar 10 hingga 15 ribu rupiah perkilogram, namun menjelang Imlek harganya melonjak mencapai 100 hingga 150 ribu rupiah perkilogram. Bahkan untuk ikan yang bertelur, harganya berkisar 200 sampai 400 ribu rupiah perkilogram. Selain rasa daging lebih enak dan tidak amis, ikan dingkis yang bertelur saat Imlek diyakini masyarakat Tionghoa akan membawa keberuntungan.

Menurut pedagang tak jarang warga Tionghoa membeli ikan dingkis hingga puluhan kilogram saat perayaan Imlek. Sebab mereka menyakini ikan dingkis adalah pembawa rejeki dan kebahagiaan di masa yang akan datang. (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: