HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
FOKUS
Bahasan Utama

Waspadalah, Perampokan Bersenjata Mengganas



indosiar.com, Jakarta - Aksi perampokan sadis yang menyebabkan jatuhnya korban luka dan jiwa bagi korbannya, akhir-akhir ini marak terjadi di berbagai daerah di tanah air. Entah ada hubungan langsung atau  tidak, berbagai aksi perampokan ini dengan datangnya lebaran. Yang pasti berbagai kasus kejahatan ini terjadi  beberapa saat menjelang lebaran. Dari berbagai kasus kejahatan berdarah ini, peristiwa perampokan di sebuah  bank di kota Medan, merupakan yang terbesar, sejak sepekan terakhir. Selain kawanan perampok melakukan aksinya di siang bolong, mereka juga tega membunuh korbannya dengan senjata  api.

Aparat kepolisian kini menghadapi tantangan baru, dengan mengganasnya kawanan perampok. Para penjahat, tak hanya melakukan aksinya berkomplot, tapi juga berbekal senjata api, dan seperti tak mengenal takut, melakukan aksinya di siang bolong, saat target sedang ramai didatangi nasabah.

Dua hari lalu, aksi perampokan di siang bolong terjadi dan menimpa Bank CIMB Niaga yang berlokasi di Jalan Arief Rahman Kota Medan Sumatera Utara. Menurut sejumlah saksi, pelakunya kawanan perampok berjumlah belasan orang, dengan membawa senjata api, sebagian jenis laras panjang dan sebagian lainnya berupa pistol.

Menurut Agus, salah seorang saksi, kawanan perampok datang dengan mengendarai sepeda motor. Setiba di lokasi menurut Agus, salah seorang dari mereka menembak satpam yang berjaga di depan bank. Setelah itu mereka masuk dan menembak lagi anggota Brimob yang berjaga di dalam gedung. Usai melumpuhkan petugas keamanan, kawanan perampok naik ke lantai 3 dan menguras uang bank. Dua rekan mereka berjaga di pinggir jalan, memantau situasi.

Peristiwa ini, sampai kemarin belum terungkap. Aparat kepolisian memang langsung memeriksa tempat kejadian perkara, bahkan diawasi langsung Kapolda Sumatera Utara Irjen Polisi Oegroseno. Sang kapolda menilai, para pelaku tergolong profesional dan terorganisir, karena itu ia langsung membentuk tim khusus guna mengungkap kasus ini.

Adapun dua korban tembak sudah ditangani. Sang satpam bernama Fahmi langsung dibawa ke rumah sakit. Kamis (19/08/10) kemarin, kondisinya mulai membaik usai menjalani operasi mengeluarkan pelkuru yang bersarang di dada kirinya. 

Sementara jenasah Brigadir Satu M Simanjuntak yang tewas dalam peristiwa ini, kemarin sudah dibawa pulang untuk dimakamkan.

Peristiwa seperti ini, perampokan di siang bolong dan dilakukan belasan orang dengan senjata api, diakui pihak kepolisian Sumatera Utara, baru kali ini terjadi. Karena itu merekapun terlihat sangat serius menangani. Sampai kemarin belum diketahui persis, berapa jumlah uang yang dibawa kabur kawanan perampok.

Tapi masyarakat memang harus waspada, karena mendekati hari raya, entah berhubungan langsung atau tidak, aksi kejahatan cenderung meningkat. Di Klaten Jawa Tengah, tepatnya di Kecamatan Karang Anom, Kamis kemarin sebuah toko perhiasan disantroni empat orang perampok, yang kemudian membawa kabur semua perhiasan yang dipajang. Sama seperti di Medan, kawanan perampok menggunkan senjata api, dan aksi dilakukan di siang hari bolong. 

Nur Hasyim, sang pedagang perhiasan, mengalami luka tembak. Ia ditodong dan dipaksa menyerahkan sekotak perhiasan yang sudah siap dibawa pulang ke rumah, karena siang itu ia datang ke toko memang untuk menjemput isteri.

Aksi penjahat bersenjata api di siang bolong kemarin juga terjadi di Jakarta, tepatnya di depan sebuah rumah makan di kawasan Kemang Jakarta Selatan. Kawanan perampok, menurut salah seorang saksi, datang untuk mencuri  sepeda motor yang sedang diparkir. Karena kepergok, kawanan perampok lalu melepaskan tembakan, dan mengenai Ayu, seorang penjaga toko. Para penjahat kemudian kabur.  

Tiga kejadian, kawanan penjahat bersenjata api, melakukan aksi di siang hari bolong, dan sampai kemarin belum ada yang terungkap. Ini sebuah tantangan besar buat aparat kepolisian. Karena bukan tidak mungkin, jika kasus seperti ini tidak cepat diselesaikan, akan membuat masyarakat merasa tidak aman. Aparat kepolisian agaknya perlu meningkatkan kewaspadaan. (Tim Liputan/Sup)

Bookmark and Share


Nama:
Email:
Security Code: