
indosiar.com, Jakarta. Artis multitalenta Jepang, Nakagawa Shoko mungkin tidak begitu dikenal di Indonesia karena memang bukan aktris dorama yang sering disaksikan di negeri ini. Tetapi di negeri asalnya Nakagawa kelahiran Tokyo pada 1985 ini merupakan idola karena ia tidak hanya berprofesi sebagai seiyu (pengisi suara anime), tapi juga adalah musisi dan penyanyi theme song serial anime beken seperti Pokemon, Eyeshield 21 dan Gurren Lagann.
Tidak hanya itu, Nakagawa juga adalah mangaka (pembuat manga/kartunis) berbakat, blogger dan tentu saja otaku (penggemar fanatik anime, manga dan game). Nah, kali ini ternyata biografi Nakagawa Shoko menarik untuk diangkat sebagai manga, namun yang mengerjakan manga biografi tersebut bukan Nakagawa sendiri, melainkan mangaka Asumi Hara yang membuat manga Saikyo Seito-kai Tsubakiyo.
Manga biografi Nakagawa ini menceritakan bagaimana sang artis menghadapi usia menanjak dewasa seperti menghadapi penindasan oleh teman-teman sekolahnya dan wafatnya sang ayah. Ayah Nakagawa tidak lain adalah Nakagawa Katsuhiko adalah aktor dan penyanyi populer Jepang (Choriki Robo Galatt, Toki o Kakeru Shojo) yang meninggal ketika Nakagawa baru berusia 9 tahun.
Nakagawa Shoko juga adalah pencipta karakter Sukashi Kashipanman yang menjadi tokoh anime dalam internet, permainan Nintendo DS, manga dalam sebuah majalah komik bulanan dan juga menjadi bentuk roti manis di toko-toko kelontong LAWSON serta menginspirasi sebuah proyek live action oleh Doug TenNapel yang beken sebagai pencipta game Earthworm Jim. (ANN/AsianFanatics/Fachri)