
indosiar.com, Jakarta. Makin besar kesuksesan, makin besar pula kritik yang diterima. Itulah yang dialami oleh drama populer Korea yang bertajuk Slave Hunter (Chuno). Kritik pedas kali ini secara khusus ditujukan pada aktris pemeran utama drama tersebut, Lee Da-hae.
Ketika episode perdana Slave Hunter ditayangkan, Lee Da-hae sempat dikritik lantaran terlalu cantik sebagai pemeran seorang budak dan juga selalu tampil resik sementara karakter lainnya terlihat berkotor-kotor. Namun kritik itu sempat menghilang beberapa hari kemudian.
Nah, Lee Da-hae kembali dikritik lantaran dianggap terlalu berani memperlihatkan belahan dadanya dalam episode teranyar dari drama itu. Dalam adegan itu, karakter yang diperankan Da-hae dikisahkan terluka dan harus diobati sehingga busana bagian atas harus dilepaskan. Adegan buka-bukaan itulah yang mengundang kritik, apalagi bagian dada aktris yang terbuka itu sempat dikaburkan.
Masalahnya pengaburan bagian dada Da-hae itu mengganggu pemirsa, tidak hanya lantaran buka-bukaan itu tidak diperlukan, namun juga malah berakibat malah lebih sugestif, lebih mengundang nafsu daripada tidak dikaburkan. Penampilan lain Da-hae yang juga mengundang kritik yaitu riasan wajahnya serta kuku jarinya yang begitu terawat oleh make-up modern itu tampak tidak cocok untuk setting waktu Slave Hunter, yaitu masa dinasti Joseon (Chosun).
Sebenarnya pengritik tidak mempermasalahkan akting Lee Da-hae dalam drama Slave Hunter, namun lebih mempermasalahkan penampilannya yang terlalu bersih, riasannya yang sangat modern untuk karakter budak yang diperankannya. Menurut mereka, seharusnya Lee Da-hae menyesuaikan penampilannya dengan kondisi budak yang umum dalam setting waktu drama tersebut. Setujukah Anda dengan pendapat ini?(Dramabeans/Fachri)