
indosiar.com, Jakarta - Pembajakan menjadi momok menakutkan bagi para insan musik ditanah air. Meski telah berkali-kali mereka menyerukan agar aksi pembajakan dihentikan, pada kenyataannya pembajakan masih merajalela.
Beberapa artis yang tergabung dalam lembaga koordinator gabungan anti pembajakan, seperti Eel Ritonga dan Keris Patih, Senin (18/06) kemarin mendatangi pertokoan di Mangga Dua untuk melihat langsung barang bajakan yang diperdagangkan. Mereka pun hanya bisa mengurut dada dengan keprihatinan yang mendalam.
"Bukan ironis sudah disayang-sayang musik dibajak dan sekarang tokonya sudah ditutup total dari bawah hingga atas," sahut Eel Ritonga.
Para insan musik selama ini hanya bisa memendam kegeraman dan putus asa, melihat pembajakan yang tak juga bisa diatasi. Group band Gigi menawarkan solusi yang kontroversial. Menurut Armand Maulana dan kawan-kawan, sebaiknya bajakan dilegalkan saja. Dengan demikian ada pajak yang bisa dipungut oleh pemerintah.
Kata vokalis Gigi Armand Maulana, "Menurut para akademis pembajakan sudah 4 kali lipat. Kita buktikan sama kita kalau pada saat album kita masuk kepelosok-pelosok dan ada di 1 lapangan sepak bola nyanyi semua dan saya sempat heran. Saya yakin mereka tidak punya, solusinya bajakan dilegalin karena bajakan tersebut harus ke pemerintah, artis maupun labelnya dan kita saling menghargai." (Aozora/Devi)