
indosiar.com, Mumbai - Pemerintah Afghanistan mengambil sikap tegas, terhadap salah satu film Bollywood yang baru saja dirilis. Film Kabul Express arahan sutradara Kabir Khan, dilarang diputar karena film tersebut dianggap menyinggung perasaan etnis minoritas, suku Hazara.
"Didalam film itu terdapat beberapa pernyataan yang menyerang kearah salah satu etnis di Afghanistan yaitu Hazara. Karena itulah film tersebut dilarang diputar," kata Najib Manalai, penasehat Menteri Kebudayaan. Hazara adalah suatu kelompok Shia muslim minoritas, berkisar 10 % dari populasi penduduk Afghan. Mereka diduga keturunan dari Panglima Angkatan Perang Mongol, Jengis Khan.
Film ini, diperankan oleh aktor Arshad Warsi dan John Abraham, yang berkisah tentang kekisruhan sosial politik dan mengungkapkan tentang peperangan yang menghancurkan negeri tersebut dan suku Hazaras melakukannya dengan keji tanpa perasaan. Kepada tim pembuat film, telah diberitahu oleh Perwira Angkatan Perang Pakistan dari Taliban, bahwa mereka bisa dicegat dan dirampok oleh penduduk lokal Hazaras.
Cerita film ini berdasarkan dari pengalaman pribadi dari Penguasa Mongol itu sendiri. Sedangkan filmnya merupakan film dokumenter dan sudah ditayangkan akhir bulan Desember silam namun, menuai banyak kritikan pedas. Sedangkan sutradara Khan dan kedua akktor film ini, menerima ancaman hidup dari suku pemberontak Afghan. Sehingga tak heran, Khan selama berada dilokasi syuting mendapat pengawalan ketat dalam menyelesaikan filmnya lebih dari 45 hari.(berbagai sumber/SHR/Idh)