
indosiar.com. Hollywood. Ternyata tidak mudah membuat film apabila ada sisi film tersebut berkaitan dengan agama. Banyak pembuat film harus repot ketika diprotes oleh umat agama tertentu berkaitan dengan aspek film yang dinilai merusak kesucian agama yang dianut umat tersebut. Apalagi jika film yang dibuat itu adalah film komedi. Begitulah yang terjadi pada film bertajuk "The Love Guru" yang dibintangi aktor komedi beken Mike Myers.
Film tersebut dinilai oleh berbagai organisasi pemeluk Hindu baik di Amerika Serikat maupun di India bisa membuat resah umat Hindu karena dianggap menertawakan orang-orang suci Hindu. Untuk menghindari masalah serius yang bisa timbul kelak apalagi jika diketahui bahwa jumlah pemeluk Hindu termasuk sekte-sektenya di dunia ini adalah terbesar ketiga dunia dengan hampir 1 milyar jiwa setelah Kristen dan Islam, maka pihak studio pembuat film tersebut Paramount setuju menayangkannya lebih dahulu di depan kelompok pemimpin Hindu di Amerika Serikat.
Diharapkan penayangan lebih dahulu (pre screening) "The Love Guru" di hadapan para pemimpin Hindu itu sebelum diputar untuk umum, umat Hindu bisa menerimanya bahwa film tersebut bukan bertujuan membuat tersinggung umat tersebut, melainkan hanya sekadar menghibur. Protes-protes para pemuka Hindu itu muncul setelah menyaksikan trailer film itu yang dianggap mengejek dan stereotip tentang Hindu dan orang-orang suci agama itu. Seperti halnya kritik pedas dari Lila D. Sharma, ketua India Heritage Panel yang berpusat di Candigarh, India dan Raja Zed, ketua Universal Society of Hinduism yang berpusat di Amerika Serikat.
Masalah film yang dibuat menyinggung perasaan umat agama tertentu itu sebenarnya tidak asing bagi Hollywood. Beberapa film terkenal keluaran Hollywood yang menuai kontroversi cukup besar antara lain "Golden Compass" yang baru beredar belum lama ini dianggap tidak sesuai dengan iman Kristen dan juga jangan lupa dengan film Mel Gibson "Passion of The Christ" yang menuai kemarahan pemeluk Yahudi. Beberapa tahun lalu pemeluk Islam pernah menghadapi masalah tersebut dengan film yang dibintangi Denzel Washington "The Siege" (1998) dan film "True Lies" (1994). (IMDB/Holl/Fachri)