HOME | BERITA | INFO UNTUK ANDA | LIVE STREAMING | LOWONGAN
indosiar dot com
FOKUS | PATROLI | RAGAM | GOSSIP | SINOPSIS | TALK SHOW | KOLOM | RESPOND ONLINE | PEDULI KASIH | KITA PEDULI | INVESTOR RELATION
GOSSIP

Gito Rollies Tutup Usia



indosiar.com, Jakarta - Dunia musik kembali berduka. Bangun Sugito atau dikenal sebagai Gito Rollies, Kamis 28 Februari 2008 kemarin tutup usia. Almarhum menghembuskan nafas terakhir pukul 18.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah.

Sejak tahun 2005 Gito diketahui menderita kanker getah bening. Penyakit ini yang membuatnya harus menggunakan kursi roda di sisa hidupnya. Meski kanker itu terus menggerogoti, menurut Camelia Malik, sahabatnya itu tak pernah mengeluh. Hanya pada saat-saat terakhir, almarhum mengatakan dirinya sudah lelah dan mengeluh sakit.

Gito pergi meninggalkan seorang istri dan tiga anak. Menurut rencana jenazah almarhum siang ini akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta.

"Gito selama sakit selalu kuat dan jarang dia bilang sakit tapi tadi dia bilang sama saya sakit. Dia habis berdakwah 11 hari di Padang dan sepulang dari Padang, dia periksa dan kemo akhirnya Allah sudah memanggil dia. Almarhum katanya sudah capek sakit dan dia jarang sekali bilang sakit. Gito ada pendarahan dan infeksi, baru setengah di indoskopi dia sudah tidak kuat lagi jadi belum ketahuan lukanya. Saya bertemanan sama almarhum dari kecil umur 12 tahun, sejak jaman di Bandung, The Rollies jadi temanannya sudah dekat," kenang Camelia Malik.

Terlalu panjang mencatat kiprah Gito di blantika musik. Yang jelas bersama group Band, The Rollies, aksi panggung dan suara serak Gito menorehkan dirinya sebagai rocker ternama di negeri ini. Setelah eranya surut, Gito sempat terjun ke layar lebar. Terakhir ia menyanyi saat berkolaborasi dengan Gigi menggarap album Ramadhan. Di dunia musik, Gito telah menjadi legenda. Kenangan mengenai kiprahnya di musik tak akan pernah terlupakan oleh siapapun juga.

"Waktu di Bandung ada Jalan Salam dan setiap 17 Agustusan ada pertunjukan musik dimana almarhum sering mengisi acara dan waktu itu saya masih SMP. Saya hanya bisa lihat dari jauh," kenang Iwan Fals.

"Waktu tour sama saya yang terakhir, dia kondisinya lagi sakit dan teman-temannya memberi spirit. Dia selalu mengajari agama dan almarhum lihat perilaku dia sendiri," kata drummer Gilang Ramadhan.

"Waktu pertama kali duet sama almarhum, saya merasa kebanting tapi dia mengangkat semangat saya dan itu maknanya," kenang Ikang Fauzi.

Begitu banyak warna dalam perjalan kehidupan Gito Rollies. Disaat mudanya, Gito dikenal bandel dan liar. Minuman keras dan narkoba pernah akrab dalam kehidupannya. Namun dalam perjalanan selanjutnya, kehidupan berubah dratis. Gito kemudian dikenal sebagai sosok yang religius.

Meski tak pernah menyebut dirinya sebagai Dai, almarhum seringkali di undang untuk memberikan ceramah agama. Terakhir Gito memberikan ceramah agama di Padang. Bahkan almarhum pernah bernazar, jika dirinya sembuh total, ia akan berjalan selama 40 hari dari satu Masjid ke Masjid lain.

"Almarhum bisa menyelesaikan akhir hidupnya dengan ibadah," tambah Camelia.

"Kita tahu beliau sempat jalan susah pakai kursi roda tapi masih terus berdakwah artinya dia ingin menjadi manusia yang baik. Dia pernah ke rumah pas kebetulan ada pengajian dan almarhum ceramah serta menceritakan pengalaman dia," kenang Rano Karno.

"Ketika beliau masih muda dan sekarang beliau benar- benar hidupnya untuk agama dan saya acungi jempol," kata promotor musik Adri Subono.

"Almarhum pernah cerita bahwa hidayah itu datangnya ketika dia melihat orang yang berangkat sholat dan dia langsung berbalik lalu berangkat naik haji dan dia selalu telepon ke saya untuk mengingatkan sholat," kata mantan personil The Rollies, Didit Maruto.

"Hijrah memperbaiki semua yang dijalani semasa hidupnya dan itu sangat membanggakan kita. Almarhum banyak mendoakan dan menasehati kita semua jadi menurut saya perjalanan hidup dia indah," ucap Camelia.

Gito Rollies telah memberikan banyak hal, baik dalam musik maupun nilai-nilai spritualitas. Selamat jalan sahabat... (Aozora/Devi)

 

Bookmark and Share


Page: 1
3-Mar-2008 17:59:17 WIB by uthe
saya terharu sekali....betapa tenangnya dia pergi.pergi dgn senyum kemenangan...sangatlah bangga mempunyai ayah,suami,kakak,teman seperti dia......
2-Mar-2008 03:15:48 WIB by KBPC
Saya salah satu Dari sekian Orang Yang pernah berteman Dengannya.tapi itu Dulu..dulu sekali..mungkin waktu beliau Hijrah ke Jakarta.kami sudah tidak bertemu Lagi..Biasanya Hampir setiap hari dia selalu Pergi ke kota kecil saya.dia selalu berhenti kalau melihat saya dan teman saya..kita ngobrol..padahal dia juga harus ke temannya juga.;tidak jauh dari tempat saya.tapi dia selalu meluanggkan waktu untuk kami.terakhir saya melihat dia itu sekitar 30 Thn lalu..saya tinggal di cimahi..Dia tinggal di bandung..dan saya waktu pergi ke Rumah Dedy Stanzah.saya lihat Juga Photo mereka berdua..itu mereka bikin juga Lukisan saya pikir..
Tidak akan pernah Lagi suara mereka bernyanyi.;antara Dedy Stanzah dan Gito Rollies...mereka telah Pergi...SEmoga Amal Ibadahnya diterima disisi Allah..Kami Keluarga Besar Pemuda Cimahi.Akan selalu Ingat Mereka.....
29-Feb-2008 22:35:27 WIB by inry
turut berkabung...semoga beliau mendapat tempat yang mulia disisi allah swt. amiin
29-Feb-2008 22:21:54 WIB by jajang&tuti
isi komentar Anda di sini...
29-Feb-2008 14:39:59 WIB by marsella
saya turut berduka cita, semoga beliau diterima di sisi Allah SWT

 

Nama:
Email:
Security Code: